Berita Utama

Menkes Imbau Warga Waspada Asap Karhutla Berbahaya

Avatar
×

Menkes Imbau Warga Waspada Asap Karhutla Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla segera menggunakan masker. [Foto: Kemenkes]

Byklik.com | Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla segera menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap paparan partikel halus PM2,5 yang terkandung dalam asap karhutla. Partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer itu dapat masuk hingga bagian terdalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” kata Budi, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Budi, paparan PM2,5 dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk, hingga sesak napas. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit paru kronis yang sebelumnya telah diderita masyarakat.

Baca Juga  Wapres Gibran Bermain Sepak Bola Bersama Anak-anak SSB di Wamena

Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

Budi menegaskan penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan paling mudah dilakukan masyarakat ketika kualitas udara mulai memburuk.

“Masker itu yang paling pertama. Kalau memang udaranya sudah tidak baik, kita harus menggunakan masker,” ujarnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta membatasi kegiatan di luar rumah saat kondisi udara tidak sehat. Warga juga dianjurkan memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau sumber informasi resmi sebelum memutuskan melakukan aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga  Pernah Sukses di 1981, Aceh Siap Kembali Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2028

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Jumat, 21 Agustus 2026, karhutla telah tersebar di 87 kabupaten/kota pada tujuh provinsi. Wilayah tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dari wilayah terdampak tersebut, sekitar tiga juta jiwa di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung kabut asap akibat karhutla.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat diminta segera mendapatkan pemeriksaan di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

Langkah tersebut dinilai penting agar gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat ditangani lebih cepat dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.