Berita Utama

Ketua TP PKK Aceh Timur Serukan Penguatan Budaya Literasi

Bambang Iskandar Martin
×

Ketua TP PKK Aceh Timur Serukan Penguatan Budaya Literasi

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Aceh Timur, Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Literasi Edukasi dan Penguatan Layanan Konseling pada satuan pendidikan SMP/MTsN dan SMA/MAN di Kabupaten Aceh Timur, Selasa, 4 Agustus 2026. (Foto: Prokopim Aceh Timur)

Byklik.com | Idi Rayeuk – Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Aceh Timur, Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, menyerukan penguatan budaya literasi di kalangan siswa sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.

Seruan tersebut disampaikan Lisma saat membuka Pelatihan Peningkatan Literasi Edukasi dan Penguatan Layanan Konseling pada satuan pendidikan SMP/MTsN dan SMA/MAN di Kabupaten Aceh Timur, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Julok tersebut menghadirkan dua pemateri dari Banda Aceh, yakni Hetti Zuliani, Ph.D., Cht., CI., sebagai pemateri literasi dan Evi Rahmiyati, S.Pd., M.Ed., sebagai pemateri layanan konseling.

Pelatihan tersebut mendapat dukungan PT Medco E&P Malaka dan dihadiri Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Aceh Timur, unsur Muspika Julok, serta perwakilan perusahaan.

Dalam sambutannya, Lisma mengatakan literasi pada era saat ini tidak dapat dipahami hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menganalisis, berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta mengambil keputusan secara tepat.

“Mari kita bersama-sama menghidupkan kembali budaya literasi. Literasi pada masa sekarang tidak lagi dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis,” ujar Lisma.

Baca Juga  BNPB Percepat Pemulihan Sekolah dan Hunian di Aceh Timur

Ia menilai budaya literasi yang kuat dapat membantu membentuk peserta didik yang kreatif, inovatif, kritis, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Namun, Lisma menekankan penguatan literasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan layanan konseling di lingkungan sekolah. Sebab, peserta didik tidak hanya menghadapi persoalan akademik, tetapi juga dapat menghadapi berbagai persoalan pribadi, keluarga, pergaulan, maupun tekanan sosial yang berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan mereka.

“Karena itu, peran guru, khususnya guru bimbingan dan konseling, guru literasi, wali kelas, serta seluruh tenaga pendidik menjadi sangat penting,” katanya.

Menurut Lisma, kehadiran guru yang mampu mendengarkan, memahami, membimbing, dan membantu peserta didik menemukan solusi dapat menjadi dukungan penting dalam proses pengembangan potensi siswa.

Ia berharap penguatan literasi dan layanan konseling dapat diterapkan secara berkelanjutan di setiap satuan pendidikan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.

Baca Juga  Al-Farlaky Lantik 21 Kepsek dan 8 Kepala Puskesmas

Sementara itu, Lead Field Relations and Community Enhancement PT Medco E&P Malaka, Furqan, yang mewakili Manager Humas dan Security, mengatakan perusahaan optimistis kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Timur akan terus meningkat melalui berbagai program pengembangan pendidikan.

Menurut Furqan, PT Medco E&P Malaka berkomitmen mendukung Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam meningkatkan literasi edukatif di daerah tersebut.

“Kami terus mendukung Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam meningkatkan literasi edukatif di Kabupaten Aceh Timur,” ujar Furqan.

Furqan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini mendukung kelancaran operasional perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kami juga berterima kasih atas dukungan masyarakat terhadap kelancaran operasi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” katanya.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga pendidik sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung peningkatan budaya literasi dan perkembangan peserta didik di Kabupaten Aceh Timur.***