Byklik.com | Jakarta – Kementerian Agama mencatat sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik (MRP) selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M yang tersebar di 6.859 masjid di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 1.617.641 pemudik, meski saat itu layanan tersedia di 8.710 masjid.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyebut peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rumah ibadah.
“Tahun ini jumlah pemudik yang memanfaatkan Masjid Ramah Pemudik mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujar Abu Rokhmad, Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, keberadaan masjid di jalur strategis seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera menjadi faktor penting yang mendukung tingginya pemanfaatan layanan tersebut.
“Masjid memiliki fasilitas dasar yang dibutuhkan pemudik, seperti tempat ibadah, air bersih, dan ruang istirahat. Ketika dikelola dengan baik, masjid bisa menjadi oase di tengah perjalanan panjang,” jelasnya.
Program ini, lanjut Abu, merupakan bagian dari upaya pemberdayaan rumah ibadah agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus masjid, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga relawan dan masyarakat setempat.
“Layanan ini berjalan karena gotong royong. Banyak pihak yang terlibat untuk memastikan pemudik mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa mayoritas pengguna layanan berasal dari pemudik sepeda motor sebesar 54 persen, disusul mobil 45 persen, dan moda transportasi lainnya 1 persen.
“Data ini masih bersifat sementara dan belum mencakup seluruh masjid, termasuk yang berada di rest area tol. Secara faktual, jumlah pemudik yang singgah diperkirakan lebih besar,” ujar Arsad.
Ia juga menyebut tingkat kepuasan pemudik cukup tinggi, didukung fasilitas seperti toilet bersih, air wudu, area parkir, serta layanan tambahan seperti tempat istirahat, air minum, pengisian daya gawai, hingga layanan kesehatan sederhana.
“Program ini bukan hanya tentang layanan fisik, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tandasnya.
Kementerian Agama berharap program Masjid Ramah Pemudik dapat terus dikembangkan sebagai model pelayanan keagamaan yang berkelanjutan dan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.











