Byklik | Meureudu–Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menurunkan 155 mahasiswa yang terbagi menjadi tiga tim dan tersebar di tiga desa di Kabupaten Pidie Jaya. Salah satunya adalah Tim Ekonomi Kreatif yang terdiri atas 52 mahasiswa dan ditempatkan di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Program pemberdayaan ini akan berlangsung selama satu bulan penuh dengan fokus pada pelatihan ecoprint, sablon ramah lingkungan, dan keterampilan menjahit dasar.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pelaksana, Karya Mansyah, M.Sn., yang menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa ISBI Aceh bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa hadir bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai mitra masyarakat untuk bekerja bersama, memanfaatkan potensi alam sekitar menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi,” ujarnya kepada byklik, Kamis, 5 Februari 2026.
Program ini melibatkan mahasiswa lintas disiplin yang berperan sebagai fasilitator pelatihan, pendamping produksi, penggerak pemasaran digital, serta tim dokumentasi kegiatan. Melalui pelatihan ecoprint, sablon, dan menjahit, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk siap jual seperti jilbab, selendang, gorden, dan kaos sablon yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan keluarga.
Kehadiran mahasiswa ISBI Aceh disambut hangat oleh pemerintah desa dan masyarakat. Geuchik Desa Meunasah Teungoh, Muhammad Husni, mengapresiasi kepedulian kampus seni tersebut terhadap desa mereka yang sedang mencoba bangkit pascabencana.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena ISBI Aceh hadir langsung di desa kami. Kehadiran mahasiswa membawa semangat baru bagi warga untuk bangkit dan kembali produktif setelah musibah yang kami alami,” ujarnya.
Antusiasme juga terlihat dari warga desa yang menyambut mahasiswa dengan penuh kehangatan. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi awal terbentuknya usaha kreatif desa yang berkelanjutan. Bagi masyarakat, pelatihan yang diberikan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai kembali aktivitas ekonomi berbasis kreativitas dan kearifan lokal.
Melalui program ini, ISBI Aceh menunjukkan peran nyata perguruan tinggi seni dalam pemberdayaan masyarakat pascabencana. Diharapkan, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat mendorong terbentuknya unit usaha kreatif desa yang mandiri, sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi keluarga di Desa Meunasah Teungoh.[]











