Byklik.com | Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyiapkan langkah penanganan krisis air bersih yang telah melanda masyarakat Kecamatan Leupung selama dua pekan terakhir. Salah satu upaya yang direncanakan adalah menyambungkan kembali pipa distribusi yang terputus agar pasokan air ke permukiman warga dapat pulih.
Untuk melihat kondisi sumber air dan mencari solusi atas persoalan tersebut, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram meninjau sumber air Alue Ijo di Gampong Lamseunia, Kecamatan Leupung, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Dalam peninjauan itu, Syech Muharram didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar, Ir. Syahrial Amanullah, serta sejumlah keuchik dan tokoh masyarakat Kecamatan Leupung.
Syech Muharram mengatakan, sumber air Alue Ijo selama ini menjadi tumpuan masyarakat Leupung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, gangguan pada jaringan distribusi menyebabkan pasokan air bersih ke permukiman warga terputus.
“Hari ini kita meninjau intake air di Alue Ijo karena sumber ini digunakan masyarakat Kecamatan Leupung. Dalam dua pekan terakhir, masyarakat mengalami krisis air. Kita akan mengambil langkah agar pasokan air tidak lagi terputus,” kata Syech Muharram.
Menurut dia, langkah awal yang akan dilakukan adalah menyambungkan kembali pipa yang terputus agar air dapat kembali mengalir ke masyarakat. Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air Alue Ijo untuk memenuhi kebutuhan warga.
Ia menjelaskan, kondisi air di lokasi penampungan masih cukup jernih. Oleh karena itu, sumber air tersebut perlu dijaga agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain penanganan jangka pendek melalui perbaikan jaringan pipa, Pemkab Aceh Besar merencanakan pembangunan bendungan pada 2027. Sebelum rencana tersebut direalisasikan, pemerintah daerah akan melakukan survei untuk menilai kondisi sumber air dan mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pendukung.
“Untuk langkah awal, kita akan menyambungkan kembali pipa yang terputus supaya air bisa kembali mengalir ke masyarakat. Insyaallah, pada 2027 kita upayakan pembangunan bendungan setelah dilakukan survei,” ujarnya.
Perbaikan jaringan distribusi diharapkan dapat memulihkan pasokan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Leupung. Sementara itu, rencana pembangunan bendungan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air dalam jangka panjang.
Ia berharap dinas terkati segera menindaklanjuti rencana perbaikan jaringan pipa dan melakukan survei secara terukur. Dengan demikian, penanganan krisis air bersih tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, tetapi juga mendukung ketersediaan air yang lebih berkelanjutan pada masa mendatang.***











