Humaniora

Dibutuhkan Warga, Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Kumbang Jaya Agara Dikebut

Avatar
×

Dibutuhkan Warga, Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Kumbang Jaya Agara Dikebut

Sebarkan artikel ini
Pembangunan jembatan gantung Perintis di Kabupaten Aceh Tenggara terus dikebut, Selasa, 5 Mei 2026. [Foto: Pendim 0108/Aceh Tenggara]

Byklik.com | Kutacane – Pembangunan jembatan gantung Perintis di Kabupaten Aceh Tenggara terus dikebut. Hingga awal Mei 2026, progres pengerjaan telah mencapai 21,75 persen dan ditargetkan rampung tepat waktu guna membuka akses vital antarwilayah.

Proyek yang dikerjakan jajaran Kodim 0108/Agara ini membentang di dua titik, yakni Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar dan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah.

Danposramil Darul Hasanah Peltu Dedi Cahyadi menegaskan, pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak masyarakat untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Baca Juga  TNI Rampungkan Jembatan Bailey di Meriah Jaya

“Pembangunan ini menjadi harapan besar masyarakat. Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pengerjaan berjalan maksimal dan selesai tepat waktu,” ujar Dedi, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menyebut, percepatan pembangunan merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat, sehingga pengerjaannya kami kebut dengan tetap memperhatikan kualitas,” tegasnya.

Dedi juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat yang turut bergotong royong dalam proses pembangunan. Menurutnya, sinergi antara TNI dan warga menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan progres proyek.

Baca Juga  Pembangunan Jembatan Armco Pasie Raja Resmi Dimulai

“Partisipasi masyarakat sangat membantu di lapangan. Ini bukti kuatnya kebersamaan dalam membangun daerah,” katanya.

Dengan progres yang terus meningkat, jembatan gantung Perintis Garuda diharapkan segera rampung dan memberikan dampak nyata, terutama dalam membuka akses wilayah yang selama ini terbatas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh Tenggara, khususnya Kecamatan Badar dan Darul Hasanah.