Byklik.com | Jakarta – Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperkuat kredibilitas dan tata kelola pendanaan untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup serta penanganan risiko bencana di Indonesia.
Hingga saat ini, BPDLH telah mengelola dana mencapai 1,3 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp21 triliun yang bersumber dari donor dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Suahasil menyampaikan hal tersebut dalam peringatan hari ulang tahun ke-7 BPDLH di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026. Ia menekankan pentingnya peran BPDLH sebagai penghubung antara sumber pembiayaan, terutama mitra internasional, dan kebutuhan nyata perlindungan lingkungan hidup di Indonesia.
“Saya sekali lagi ingin menggarisbawahi, menjadi lembaga yang dipercaya, yang kredibel untuk menghubungkan sumber pembiayaan, terutama dari dunia internasional, dengan kebutuhan nyata perlindungan lingkungan hidup yang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga,” tegas Suahasil.
Sejak berdiri, BPDLH telah mendukung berbagai program lingkungan hidup, mulai dari rehabilitasi ekosistem mangrove dan pengelolaan karbon hingga pendanaan risiko bencana. Pengelolaan dana tersebut menjadi bagian dari upaya mengonsolidasikan berbagai sumber pembiayaan untuk mendukung agenda lingkungan hidup nasional.
Ke depan, Suahasil meminta BPDLH memperkuat sinergi antara pendanaan mitra pembangunan internasional dan program pemerintah yang dibiayai melalui APBN. Keterkaitan tersebut, termasuk dengan penganggaran perubahan iklim, dinilai penting untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut dia, pemerintah perlu menjelaskan kepada mitra internasional bahwa Indonesia telah memiliki agenda perlindungan lingkungan hidup yang didukung anggaran nasional. Pendanaan dari luar negeri diharapkan melengkapi upaya yang telah dilakukan pemerintah.
“Donor adalah satu hal, tetapi kemudian memberi tahu kepada mitra internasional kita bahwa Indonesia juga punya satu set agenda dan agenda ini dibiayai oleh budget, dan kalau mitra pembangunan internasional kita akan masuk, itu menjadi komplemen dari budget tersebut, itu akan menjadi suatu narasi yang menciptakan kredibilitas kita ke depan,” jelasnya.
Selain pendanaan lingkungan hidup, Suahasil mendorong BPDLH memperkuat pengelolaan Pooling Fund Bencana (PFB). Instrumen tersebut diharapkan berkembang menjadi mekanisme pendanaan jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menghadapi risiko bencana.
Ia menekankan agar dana tersebut dikelola secara profesional sehingga dapat mendukung kesiapsiagaan dan penguatan pembiayaan penanggulangan bencana secara berkelanjutan.
“Saya mau minta untuk BPDLH yang saat ini mendapatkan kepercayaan mengelola Pooling Fund Bencana, jadilah pengelola dana abadi Pooling Fund Bencana kita dengan baik,” ujarnya.
Suahasil berharap peringatan tujuh tahun BPDLH menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, tata kelola, dan inovasi pembiayaan lingkungan hidup. Dengan pengelolaan yang kredibel dan berdampak, BPDLH diharapkan mampu memperluas manfaat pendanaan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang selaras dengan kelestarian lingkungan.
“Terus menjadi institusi yang dipercaya, kredibel, berdampak, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.











