Byklik.com | Lhoksukon – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 22 Januari 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Turut mendampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA selaku Koordinator Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad, serta Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil.
Dalam kunjungan itu, BNPB memastikan seluruh pengungsi korban banjir tidak lagi menempati tenda pengungsian paling lambat pada 18 Februari 2026, menjelang bulan suci Ramahan. Para pengungsi akan dipindahkan ke hunian sementara, sementara sebagian lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau keluarga.
Suharyanto menjelaskan, pengungsi yang tinggal di rumah keluarga akan menerima bantuan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per kepala keluarga per bulan selama enam bulan. Dalam periode tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap dapat diselesaikan.
Pembangunan hunian sementara dan tetap melibatkan berbagai pihak, antara lain BNPB, Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta sejumlah lembaga terkait lainnya. Suharyanto optimistis sebelum Ramadan seluruh pengungsi sudah tidak lagi berada di tenda pengungsian.
“Diperkirakan pada 18 Februari nanti sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda,” tegasnya.
Usai meninjau pembangunan hunian, Kepala BNPB juga menyusuri aliran Sungai Jambo Aye di Desa Seulemak, Kecamatan Langkahan, menggunakan perahu bermesin. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung sejumlah titik terdampak banjir besar pada 25 November 2025 yang hingga kini belum dapat dijangkau melalui jalur darat.***











