ByKlik.com | Lhoksukon — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat dan terpadu dalam merehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Pemulihan sektor pertanian dinilai krusial karena berpengaruh langsung terhadap ketahanan pangan dan perekonomian nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat menghadiri peletakan batu pertama rehabilitasi sawah terdampak bencana Aceh–Sumatra di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 15 Januari 2026.
“Ini sangat signifikan, karena Sumatra menyumbang sekitar 22 persen dari produk domestik bruto Indonesia. Pemulihan sawah akan berdampak langsung pada ekonomi nasional,” ujar Bima.
Bima mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengambil langkah konkret untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian, antara lain dengan pemanfaatan teknologi serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bulog dan sektor pupuk.
Ia menilai dampak bencana kali ini lebih luas dan berkepanjangan dibandingkan bencana besar sebelumnya. Hal tersebut terungkap dari hasil peninjauan lapangan dan dialog dengan sejumlah kepala daerah di wilayah terdampak.
“Dampaknya sangat luas, lama, dan menekan ekonomi masyarakat. Karena itu, Bapak Presiden Prabowo selalu mengingatkan agar kita bergerak cepat dan bergerak bersama. Hari ini kita melihat seluruh unsur turun langsung,” kata Bima.
Menurutnya, Kementerian Dalam Negeri memastikan pemerintah daerah tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan pascabencana. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan pembagian peran yang jelas agar kebutuhan masyarakat dapat tertangani secara menyeluruh.
“Saya bolak-balik ke Aceh Tamiang, Langsa, dan wilayah sekitarnya untuk memastikan tidak ada celah penanganan di lapangan,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemendagri telah mengerahkan 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bersama aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu pemulihan pusat pemerintahan di Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat bencana.
Upaya pemulihan juga melibatkan TNI–Polri serta taruna Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.











