Pendidikan & Karier

Wamendiktisaintek: Kampus Harus Hadir Menyelesaikan Masalah Masyarakat

Raudhatul
×

Wamendiktisaintek: Kampus Harus Hadir Menyelesaikan Masalah Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Fauzan di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin, 12 Oktober 2026. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Fauzan, mengingatkan perguruan tinggi agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Fauzan dalam orasi ilmiah pada peringatan Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala (USK) di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin, 12 Oktober 2026.

Fauzan mengatakan, pertambahan usia dan kemajuan perguruan tinggi harus diikuti transformasi yang memperluas manfaat institusi bagi masyarakat. Kampus perlu memperkuat kapasitas internal sekaligus mengembangkan program yang memberikan dampak nyata di luar lingkungan akademik.

“Kalau kampus hanya sekadar rapat sudah biasa, peringatan seperti ini sudah biasa. Tetapi, ekspansi apa yang akan dilakukan selanjutnya,” ujar Fauzan.

Menurut dia, transformasi perguruan tinggi tidak cukup diwujudkan melalui perubahan fisik maupun administratif. Perubahan tersebut harus menyentuh substansi, karakter, dan nilai tambah yang dihasilkan institusi pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga  Enam Dosen Berebut Kursi Rektor Unimal Periode 2026–2030

Fauzan mencontohkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang memiliki banyak perguruan tinggi, tetapi masih menghadapi persoalan kemiskinan di sejumlah wilayah. Kondisi itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keberadaan kampus harus diikuti kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Jangan hanya menjadi menara gading, tetapi jadilah menara air yang bisa memberikan kesejukan kepada semua orang,” katanya.

Ia menegaskan, konsep perguruan tinggi berdampak menuntut kampus mengambil peran lebih besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Untuk itu, perguruan tinggi perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri.

Melalui kerja sama tersebut, hasil penelitian dan keahlian akademisi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan daerah, mulai dari kemiskinan dan pengangguran hingga masalah kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Mirza Tabrani Resmi Menjabat sebagai Rektor USK

Fauzan menyebutkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah mendorong kolaborasi antarkampus untuk menangani persoalan di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Salah satu contohnya adalah pembentukan konsorsium yang melibatkan sekitar 22 perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak awal 2025. Kolaborasi itu diarahkan untuk membantu menangani persoalan stunting, pengangguran, dan kemiskinan.

“Pendekatan kolaboratif tersebut dapat menjadi cara bagi perguruan tinggi untuk menyatukan kapasitas akademik, penelitian, dan sumber daya dalam menjawab kebutuhan daerah,” jelasnya.

Fauzan berharap, momentum Milad ke-65 USK menjadi kesempatan bagi universitas untuk memperkuat transformasi dan merumuskan arah pengembangan yang lebih berdampak. Dengan demikian, kemajuan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pencapaian akademik dan reputasi institusi, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.