Byklik.com | Banda Aceh – Lima peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) masuk dalam kelompok dua persen saintis terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan yang dirilis Stanford University bersama Elsevier pada 2026. Capaian ini memperkuat kiprah akademisi USK dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian di tingkat internasional.
Kelima peneliti tersebut adalah Dr. Harapan, Prof. Muchlisin, Prof. M. Faisal, Prof. Samsul Rizal, dan Prof. Rinaldi Idroes. Prestasi itu disampaikan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, dalam orasi ilmiah pada peringatan Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam orasi bertema Transformasi, Inovasi, dan Dampak Nyata bagi Negeri tersebut, Mirza menegaskan bahwa pengembangan riset di USK tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga pada kualitas penelitian, kolaborasi internasional, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Peringkat internasional bukanlah tujuan akhir, melainkan harus menjadi pendorong untuk memperbaiki kualitas pendidikan, meningkatkan mutu penelitian, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mirza.
Kinerja publikasi ilmiah USK turut menunjukkan perkembangan. Sebanyak 17 persen dari total publikasi berada pada jurnal top tier, 33,7 persen diterbitkan dalam jurnal kuartil pertama (Q1), dan 33,3 persen merupakan hasil kolaborasi internasional.
Untuk mendukung pengembangan penelitian, USK memiliki 27 pusat penelitian yang mengembangkan riset multisitus dan memperkuat keunggulan di berbagai bidang strategis.
Selain capaian para penelitinya, USK juga mencatat peningkatan dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) Impact Rankings. Pada 2025, USK berada dalam kelompok peringkat 601–800 dunia. Posisi tersebut meningkat menjadi kelompok peringkat 301–400 dunia pada 2026.
Di tingkat nasional, USK menempati peringkat kedelapan, sekaligus berada di posisi pertama di Sumatra dalam pemeringkatan tersebut.
Capaian ini menunjukkan upaya USK memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui penguatan kualitas riset dan kolaborasi, USK menargetkan penelitian yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Aceh.











