Uncategorized

Dinkes Aceh Dorong Kolaborasi Cegah Sarkopenia pada Lansia

Raudhatul
×

Dinkes Aceh Dorong Kolaborasi Cegah Sarkopenia pada Lansia

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh, Yenizar. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Dinas Kesehatan Aceh mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah sarkopenia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui upaya menjaga kesehatan otot sejak dini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh, Yenizar, menyampaikan hal tersebut saat membuka Round Table Discussion yang digelar HiLo bersama tenaga medis di Nutrihub Aceh, Banda Aceh, Jumat, 9 Oktober 2026.

Yenizar mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut karena menjadi ruang dialog dan pertukaran pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

“Proses penuaan merupakan hal yang alami. Namun, penurunan kekuatan dan fungsi tubuh perlu kita perhatikan agar masyarakat dapat hidup lebih lama dengan kondisi sehat dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Yenizar.

Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas hidup lansia tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi kesehatan. Aktivitas fisik, pemeliharaan fungsi kognitif, serta keterlibatan sosial juga perlu mendapat perhatian.

Baca Juga  Normalisasi Sungai Dikebut, TNI Cegah Banjir Susulan Aceh Barat

Salah satu kondisi yang perlu diantisipasi adalah sarkopenia, yaitu penurunan massa dan kekuatan otot yang dapat mengganggu kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko jatuh dan keterbatasan mobilitas.

Yenizar menilai tenaga medis, khususnya dokter, memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia produktif. Edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memahami risiko sekaligus langkah pencegahannya.

Ia menegaskan, peningkatan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, hingga keluarga dan komunitas.

“Tidak ada satu pihak pun yang dapat mewujudkan upaya ini sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat,” katanya.

Baca Juga  KKN Tematik USK di Tamiang Gandeng Tim Kemenkes dan HEOC

Menurut Yenizar, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, meningkatkan upaya pencegahan penyakit, serta mendorong perbaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia berharap forum diskusi tersebut menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan dan kegiatan edukasi masyarakat.

“Harapan saya, diskusi ini tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat melahirkan gagasan praktis yang bisa diterapkan dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Yenizar juga menyampaikan apresiasi kepada HiLo dan Nutrifood atas inisiatif menghadirkan forum diskusi yang melibatkan tenaga medis dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan otot, mencegah sarkopenia, dan mempersiapkan penuaan yang sehat diharapkan semakin meningkat. Upaya tersebut perlu dimulai sejak dini agar masyarakat dapat mempertahankan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup hingga usia lanjut.