Ekonomi & Bisnis

Kementan Dukung Penguatan Penyuluh dan Petani Kopi Gayo

Bambang Iskandar Martin
×

Kementan Dukung Penguatan Penyuluh dan Petani Kopi Gayo

Sebarkan artikel ini
Kepala BPSITROA Dr. Ir. Evi Savitri Iriani menyerahkan perangkat uji tanah kering (PUTK) kepada Bupati Aceh Tengah dalam kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Aceh Tengah yang berlangsung di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah, Rabu, 23 September 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Takengon – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperkuat kapasitas penyuluh dan petani sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas serta nilai tambah kopi Gayo.

Dukungan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Jakarta pada 17 September 2026.

Dalam pertemuan itu, Haili Yoga menyampaikan kebutuhan Aceh Tengah terhadap penguatan sumber daya manusia (SDM) penyuluh dan petani, terutama dalam meningkatkan kemampuan budidaya dan produktivitas komoditas kopi Gayo.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikannya kepada Menteri Pertanian untuk diteruskan kepada kementerian dan lembaga teknis terkait.

Respons tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Rempah, Obat dan Aromatik (BPSITROA), Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan, serta jajaran Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan dalam kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Aceh Tengah.

Kegiatan tersebut digelar di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah, Rabu, 23 September 2026, dan berlangsung selama tiga hari.

Pelatihan difokuskan pada penguatan kolaborasi antara penyuluh dan petani melalui kebun model dengan sistem tanam pagar yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan nilai tambah produksi kopi di tingkat petani.

Baca Juga  Tindak Lanjut Keikutsertaan Aceh di Eastern Economic Forum, Wali Nanggroe Temui Dubes RI di Rusia

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BPSITROA Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Firdaus, petani sekaligus eksportir kopi Gayo Armiyadi, serta ahli pertanian Sukamto.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan dukungan pemerintah pusat harus diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan. Menurutnya, penyuluh tidak cukup hanya menyampaikan informasi kepada petani, tetapi harus terlibat langsung dalam pendampingan dan penerapan pengetahuan di kebun.

“Penyuluh harus menjadi pelaku dan contoh, harus memberikan edukasi di lokasi,” ujar Haili Yoga.

Ia menegaskan peningkatan produksi kopi harus dilakukan melalui pengetahuan dan pendampingan yang terukur. Untuk itu, setiap penyuluh diharapkan memiliki kebun binaan yang dapat menjadi lokasi praktik sekaligus tempat belajar bagi petani.

Haili juga meminta setiap kegiatan penyuluhan memiliki indikator yang jelas agar perkembangannya dapat diukur. Indikator tersebut meliputi lokasi kebun, luas lahan, ketinggian tempat, kondisi tanah, tingkat keasaman atau pH tanah, teknik budidaya, hingga perkembangan dan hasil produksi.

Baca Juga  Mentan Pastikan Harga Ayam dan Telur Peternak Mulai Pulih

“Berapa hasilnya? Satu tahun itu ada ukurannya. Penyuluh harus seperti itu, harus terukur,” tegasnya.

Menurut Haili, peningkatan produktivitas kopi tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit. Petani membutuhkan pengetahuan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, pengelolaan tanah, pemilihan tanaman yang sesuai, hingga pemanfaatan ruang kebun secara optimal.

Karena itu, ia meminta penyuluh menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki lembaga teknis dengan kebutuhan petani di lapangan.

Haili juga mendorong agar praktik dan hasil kegiatan peningkatan kapasitas tersebut didokumentasikan dan disebarluaskan melalui berbagai media. Dokumentasi itu diharapkan dapat menjadi bahan edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat.

“Dengan ilmu pengetahuan, produksi kopi kita di tahun 2026-2027 harus terus meningkat,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap dukungan Kementan dan lembaga teknis terkait dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan kapasitas penyuluh, penerapan teknologi budidaya, penguatan kebun model, serta peningkatan produktivitas kopi Gayo.

Penguatan kapasitas penyuluh dan petani tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan penerapan teknologi dan pengetahuan budidaya kopi di Aceh Tengah.***