Headline

Pembangunan 66 Huntap Korban Bencana Lhokseumawe Dimulai

Bambang Iskandar Martin
×

Pembangunan 66 Huntap Korban Bencana Lhokseumawe Dimulai

Sebarkan artikel ini
Peninjauan lokasi pembangunan Huntap untuk melihat kondisi eksisting, kesiapan akses, serta sejumlah aspek yang perlu diperhatikan selama pekerjaan konstruksi berlangsung, Rabu, 23 September 2026. (Foto: Diskominsa Lhokseumawe)

Byklik.com | Lhokseumawe – Pembangunan 66 unit Hunian Tetap (Huntap) Relokasi Terpusat bagi masyarakat korban bencana di Kota Lhokseumawe mulai dilaksanakan. Proyek senilai Rp15,22 miliar tersebut tersebar di dua lokasi dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

Tahap pelaksanaan pembangunan ditandai dengan Pre Construction Meeting (PCM) atau rapat persiapan pelaksanaan kontrak pekerjaan yang digelar Rabu, 23 September 2026. Pertemuan tersebut membahas kesiapan konstruksi, kondisi lokasi, aspek teknis, akses, serta koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak pelaksana.

Sebanyak 56 unit Huntap dibangun di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, sedangkan 10 unit lainnya berada di Gampong Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua.

Kedua lokasi pembangunan berada di atas lahan yang berstatus clean and clear dan merupakan aset Pemerintah Kota Lhokseumawe. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan PT Sarjis Agung Indrajaya dengan nilai kontrak Rp15.220.489.000.

Baca Juga  Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Teungku Nyak Sandang

PCM dihadiri unsur Satuan Kerja (Satker) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe, pemerintah kecamatan dan gampong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanahan Kota Lhokseumawe, serta penyedia jasa.

Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas berbagai persiapan pekerjaan, termasuk kondisi lokasi, aspek teknis, dukungan pemerintah daerah, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan gampong.

Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe Said Bachtiar melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Furqan, mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung kelancaran pembangunan Huntap.

Furqan menjelaskan, koordinasi tersebut mencakup pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan gampong, serta pihak pelaksana pekerjaan. Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana dengan tetap memperhatikan kondisi di lapangan.

Baca Juga  Kapolda Aceh Pastikan Kualitas Beras di Kilang Padi Blang Bintang Bebas Oplosan

Usai PCM, peserta meninjau langsung kedua lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi eksisting, kesiapan akses, serta sejumlah aspek yang perlu diperhatikan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Huntap yang dibangun menggunakan tipe RISHA 36 dan dilengkapi fasilitas pendukung berupa jalan, drainase, penerangan, air bersih, serta balai warga.

Pembangunan 66 unit Huntap tersebut ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Hunian diperuntukkan bagi masyarakat korban bencana sebagai bagian dari proses pemulihan dan penataan kembali kawasan permukiman.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan melanjutkan koordinasi selama proses pembangunan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak dan kondisi di lapangan.***