Ekonomi & Bisnis

Dekranas Dorong Perajin Indonesia Tembus Pasar Global

Avatar
×

Dekranas Dorong Perajin Indonesia Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Konferensi Pers Kriyanusa 2026 di Kantor Kemkomdigi, Jakarta. Foto: YouTube KemkomdigiTV]

Byklik.com | Jakarta – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong perajin Indonesia meningkatkan kualitas dan daya saing produk agar mampu menembus pasar internasional melalui pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Raka Prabowo, mengatakan kerajinan Indonesia bukan sekadar hasil keterampilan tangan, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan identitas bangsa yang memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Kria bukan sekadar hasil keterampilan tangan, melainkan warisan budaya, identitas bangsa, sekaligus sumber daya ekonomi kreatif yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Indri dalam konferensi pers Kriyanusa 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Indri, Kriyanusa menjadi ruang untuk mempertemukan perajin dengan masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra global. Melalui pameran tersebut, Dekranas ingin membuka peluang bagi perajin agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar internasional.

Kriyanusa 2026 mengusung tema Cipta Kria Berkelanjutan, Perajin Mendunia. Tema itu mencerminkan upaya memperkuat daya saing produk kerajinan Indonesia tanpa menghilangkan karakter dan akar tradisi.

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, mengatakan Kriyanusa tidak hanya menjadi ruang pamer produk, tetapi juga wadah promosi dan pertemuan antara perajin, masyarakat, pelaku usaha, serta calon pembeli.

Baca Juga  Rita Mayasari Hadiri Puncak HKG PKK Nasional Makassar

“Kita ingin mencapai pasar dunia karena pasar internasional itu sangat luas. Oleh sebab itu kami dari Dewan Kerajinan Nasional ingin membantu daerah agar bersama-sama meningkatkan segala aspek produk kerajinan, baik dari daya saing, kualitas, mutu, kreativitas, dan lain-lain,” ujar Tri Tito.

Ia mengatakan pengembangan industri kerajinan juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk lingkungan. Produk kerajinan diharapkan memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar global.

Tri Tito menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), serapan ekspor kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp20 triliun. Dekranas mendorong angka tersebut terus meningkat melalui penguatan kualitas dan daya saing produk.

Kriyanusa 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26-30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Persiapan penyelenggaraan disebut telah mendekati 100 persen, meliputi kurasi produk, peserta, promosi, hingga berbagai acara pendukung.

Ketua Panitia Pelaksana Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, mengatakan pameran tahun ini diikuti 217 peserta dengan 410 stan. Peserta berasal dari Dekranasda provinsi, kabupaten/kota, kementerian dan lembaga, peserta umum, yayasan, hingga sektor kuliner.

Baca Juga  Pertamina Buka UMiMAX 2026, Targetkan 1.000 Pelaku Usaha Mikro

“Kami berharap masyarakat datang langsung ke pameran, tidak hanya melihat produk-produk dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, tetapi juga mendukung dengan membeli produk UMKM kita,” ujar Ayu.

Kriyanusa 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti fashion show, talk show, lokakarya gratis, pelatihan praktis bagi perajin, hiburan, serta pertunjukan seni budaya.

Penyelenggara turut menghadirkan pengalaman digital imersif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan tampilan digital. Konsep tersebut menjadi salah satu pembaruan dalam pelaksanaan Kriyanusa tahun ini.

Sumatra Selatan dipilih sebagai ikon Kriyanusa 2026. Konsep budaya Sumatra Selatan akan ditampilkan dalam desain pameran dan panggung utama sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk kerajinan serta kekayaan budaya dari 17 kabupaten/kota.

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatra Selatan, Feby Herman Deru, mengatakan kepercayaan tersebut menjadi momentum untuk mempromosikan sekaligus memasarkan berbagai produk kerajinan daerah.

“Kabupaten kota itu kaya akan warisan budaya kita. Kami juga mempunyai konsep dalam kegiatan ini, yaitu Kampung Sumatera Selatan, di situ bisa sambil duduk, melihat, kemudian melihat langsung dan membeli produk-produk wastra yang ada di Sumatra Selatan,” ujarnya.