Berita Utama

Hari Keenam, SAR Perluas Pencarian Delapan Korban Selat Sunda

Avatar
×

Hari Keenam, SAR Perluas Pencarian Delapan Korban Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
TNI AL saat Operasi pencarian terhadap delapan korban Hilang di perairan Selat Sunda [Foto: Setpres]

Byklik.com | Banten – Tim SAR gabungan memperluas penyisiran ke perairan Pulau Sebesi dan Pulau Rakata untuk mencari delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal, yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Operasi pencarian memasuki hari keenam pada Minggu, 13 September 2026. Perluasan sektor dilakukan setelah tim menemukan sejumlah serpihan benda terapung di sekitar Pulau Sebesi pada Sabtu, 12 September 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan mengatakan perluasan sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis pergerakan arus laut dan angin di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Penyisiran kini mencakup perairan Selat Sunda, Pulau Sebesi hingga perairan sekitar Pulau Rakata.

“Fokus utama kami hari ini adalah memaksimalkan penyisiran permukaan laut serta pemantauan udara di titik-titik koordinat yang dicurigai menjadi jalur hanyut,” demikian keterangan SAR gabungan.

Baca Juga  Taruna AAL Salat Iduladha di Geladak KRI Bima Suci

Sejumlah armada dikerahkan dalam operasi tersebut. Basarnas mengoperasikan KN SAR Tetuka, sedangkan TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Loser, KRI Kerambit, dan KRI Lepu.

Unsur Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta kapal nelayan setempat juga dilibatkan untuk menjangkau wilayah perairan dan karang yang sulit disisir kapal berukuran besar.

Kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Meski demikian, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memperluas jangkauan operasi dan meningkatkan peluang menemukan para korban.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga berkoordinasi dengan operator seluler untuk melacak jejak sinyal terakhir perangkat komunikasi milik korban.

Berdasarkan data awal, sinyal terakhir terdeteksi di sekitar perairan Pulau Sebesi sebelum terputus total pada 7 September 2026.

Tim SAR juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban, di antaranya pelampung keselamatan, helm pelindung, dan jeriken minyak di sektor timur Pulau Sebesi. Temuan tersebut masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Baca Juga  Pencarian Jurnalis Hilang Diperluas ke Tiga Perairan

Peristiwa itu bermula saat speedboat yang membawa delapan orang bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga kru dan pemandu kapal terdiri atas Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Keluarga korban dan asosiasi jurnalis terus memantau perkembangan pencarian dengan harapan seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.