Byklik.com | Lhokseumawe – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Lhokseumawe, Dr. H. Muhammad Amin, S.Ag., M.A., mendorong guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Amin saat membuka Kegiatan Pembinaan Guru PAI Tahun 2026 bertema “Implementasi Artificial Intelligence sebagai Tools dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam” di Aula PLHUT Kankemenag Kota Lhokseumawe, Selasa, 8 September 2026.
Menurut Muhammad Amin, perkembangan teknologi, termasuk AI, dapat membantu guru dalam proses pembelajaran. Namun, kehadiran teknologi tidak menggeser posisi guru sebagai sosok utama dalam membimbing sekaligus membentuk karakter peserta didik.
“AI dapat membantu guru dalam proses pembelajaran, tetapi peran guru tetap menjadi faktor utama dalam membimbing dan membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.
Ia juga mendorong Penyuluh Agama Islam memperkuat kolaborasi dengan sekolah umum dalam mendukung pembinaan keagamaan peserta didik. Menurutnya, sinergi tersebut sudah mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Kota Lhokseumawe.
Muhammad Amin menilai kolaborasi antara penyuluh agama dan sekolah penting untuk memperkuat pendidikan agama sekaligus membangun karakter peserta didik di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe, Supriariadi, S.Pd., M.Pd., mengingatkan para guru agar tetap konsisten menjalankan peran sebagai pendidik dan tidak kehilangan batas profesional dalam mendampingi peserta didik.
“Mari memposisikan diri sebagai guru, jangan memposisikan diri sebagai bestie. Jadilah benteng terakhir bagi anak bangsa,” ujarnya.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kankemenag Kota Lhokseumawe, Zulkhairi, S.Ag., melaporkan kegiatan pembinaan tersebut diikuti 50 Guru PAI dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru PAI dalam memanfaatkan teknologi AI secara tepat dalam pembelajaran, tanpa mengesampingkan peran guru dalam memberikan keteladanan, membimbing, serta membentuk karakter peserta didik.











