Berita Utama

Polda Lampung Perkuat Mitigasi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Bambang Iskandar Martin
×

Polda Lampung Perkuat Mitigasi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Persinel Biddokkes Polda Lampung membagikan masker kepada pengguna jalan bagian dari upaya mitigasi kesehatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Dok. Polda Lampung)

Byklik.com | Bandar Lampung – Polda Lampung memperkuat langkah mitigasi kesehatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak abu vulkanik terhadap personel kepolisian dan masyarakat.

Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Lampung menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, mulai dari distribusi masker hingga kesiapan layanan kesehatan apabila dampak aktivitas vulkanik meningkat.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, langkah mitigasi merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi kemungkinan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Polda Lampung mengedepankan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Personel yang bertugas di lapangan juga kami pastikan mendapatkan perlindungan, termasuk masker,” kata Yuni, Sabtu, 5 September 2026.

Masker Dibagikan kepada Personel dan Masyarakat

Biddokkes Polda Lampung tidak hanya membagikan masker kepada personel Polri yang melaksanakan patroli, tetapi juga kepada masyarakat di sekitar kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung.

Masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara mulai terdampak abu vulkanik.

Baca Juga  Anggota Baitul Mal Kota Lhokseumawe Diumumkan, Ada Akademisi dan Jurnalis

“Jika abu vulkanik mulai terpapar di lingkungan masyarakat, kami mengimbau warga menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujar Yuni.

Polda Lampung Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Selain melakukan pencegahan di lapangan, Biddokkes Polda Lampung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan tim tanggap darurat apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Koordinasi tersebut mencakup kesiapan mobilisasi tim untuk evakuasi, pelayanan kesehatan, serta fasilitas kesehatan rujukan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tipe A.

Menurut Yuni, kesiapan tersebut diperlukan agar penanganan kesehatan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan dampak akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Kami ingin memastikan apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi atau pelayanan kesehatan, seluruh unsur sudah siap bergerak,” katanya.

Biddokkes Polda Lampung juga berkoordinasi dengan para direktur rumah sakit melalui Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk menyiapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Kesiapan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kondisi yang membutuhkan pelayanan kesehatan dalam jumlah besar, termasuk apabila terjadi situasi dengan banyak korban.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Volume Kendaraan di Tol Sibanceh Meningkat 50 Persen

Aktivitas Anak Krakatau Masih Level III

Berdasarkan laporan khusus Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Sejak 2 Juli 2026, gunung api tersebut dilaporkan mengalami serangkaian erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik.

Pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh. Dari pos pengamatan juga teramati fenomena semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu vulkanik lebat.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Polda Lampung mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi pemerintah serta petugas terkait.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi jangan mengabaikan peringatan. Ikuti informasi resmi dan apabila berada di wilayah terdampak abu vulkanik, gunakan masker serta kurangi aktivitas di luar ruangan,” tegas Yuni.***