Byklik.com | Kuala Simpang – Pertamina EP (PEP) Rantau Field membekali 35 siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang dengan pengetahuan tanggap bencana dan kepedulian terhadap lingkungan melalui program “Kelas Berdaya”.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas siswa berkebutuhan khusus dalam menghadapi potensi bencana sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang diikuti siswa jenjang SD, SMP, dan SMA itu diawali dengan penyerahan sejumlah peralatan kebersihan, seperti sapu, serokan, kain pel, dan ember. Selanjutnya, para siswa bersama guru serta perwakilan manajemen PEP Rantau Field melakukan penanaman 42 bibit pohon di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, PEP Rantau Field menggandeng kelompok binaan Satgas Digdaya dan Program Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP).
Pjs. Field Manager Pertamina EP Rantau, Mulki Hakiem Adli Mustaqiem, mengatakan program Kelas Berdaya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) secara berkelanjutan.
Menurut Mulki, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas siswa berkebutuhan khusus, khususnya dalam memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat serta menjaga lingkungan sekitar.
“Kami percaya bahwa perubahan selalu diawali dengan langkah-langkah sederhana, seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, dan membangun kepedulian sejak dini,” ujar Mulki dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat, 21 Agustus 2026.
Program Kelas Berdaya menggunakan metode pembelajaran visual dan praktik langsung agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta. Para siswa diperkenalkan dengan langkah-langkah pencegahan dan evakuasi yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Selain pembelajaran mengenai tanggap bencana, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pendekatan melalui praktik langsung diharapkan membantu siswa memahami materi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Sementara itu, Wakil Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Budi Gunawan, mengatakan edukasi mengenai kebencanaan dan kepedulian terhadap lingkungan penting diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Menurut Budi, Kelas Berdaya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berkaitan dengan mitigasi bencana, tetapi juga mendorong siswa terlibat dalam kegiatan penghijauan dan membangun kepedulian sosial.
“Acara ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka diajarkan terlibat dalam aksi penghijauan dan belajar mitigasi bencana. Kelas Berdaya sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri, kepedulian sosial, dan karakter peduli terhadap lingkungan,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, penanaman pohon merupakan salah satu bentuk mitigasi berbasis alam yang dapat mendukung upaya mengurangi risiko banjir. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
“Menanam pohon sebagai mitigasi berbasis alam untuk mengurangi risiko banjir dan dampak perubahan iklim. Seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim,” katanya.
Melalui program Kelas Berdaya, PEP Rantau Field berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat, termasuk kelompok berkebutuhan khusus, agar memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi risiko bencana serta kepedulian terhadap lingkungan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan PPM perusahaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan di bidang pendidikan, lingkungan, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.***











