Berita Utama

Ketua LVRI Aceh Ajak Generasi Muda Rawat Perdamaian

Raudhatul
×

Ketua LVRI Aceh Ajak Generasi Muda Rawat Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Aceh, Kolonel Purnawirawan H. Muhammad Djafar Karim. (Foto: Byklik.com/Raudhah)

Byklik.com | Banda Aceh – Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Aceh, Kolonel Purnawirawan H. Muhammad Djafar Karim, mengajak masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, menjaga perdamaian dan meneruskan semangat perjuangan para pendahulu.

Pesan tersebut disampaikan Djafar Karim dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia setelah menghadiri penyerahan cenderamata kepada keluarga pahlawan, perintis kemerdekaan, veteran, dan warakawuri di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Djafar, semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu harus terus ditanamkan kepada generasi penerus. Menjaga keutuhan negara dan persatuan, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Saya sebagai veteran Pembela Kemerdekaan di Timor-Timur, berangkat ke sana tahun 1975/1976. Setelah bertugas di Aceh lebih kurang sembilan tahun, semangat 1945 itu masih tetap ada,” kata Djafar.

Ia mengingatkan generasi muda agar turut menjaga keutuhan bangsa serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu perpecahan.

“Pesan saya sebagai veteran, jagalah sama-sama, kita pelihara negara ini. Jangan ada pengkhianat-pengkhianat yang merusak negara kita. Ini penting bagi generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga  Dana Bantuan Meugang Cair, Wagub Aceh Apresiasi Presiden Prabowo

Veteran Ingatkan Pentingnya Merawat Perdamaian Aceh

Djafar juga menanggapi kericuhan yang terjadi dalam peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh pada 15 Agustus 2026. Ia mengatakan tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Meski demikian, Djafar mengingatkan semua pihak agar tetap menjaga komitmen perdamaian Aceh yang telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

“Yang kita harapkan, kita kan sudah ada satu komitmen, MoU itu. Ya itu saja yang kita pelihara,” katanya.

Menurut Djafar, perdamaian Aceh merupakan hasil dari proses panjang yang perlu dijaga bersama. Karena itu, ia berharap tidak ada tindakan yang dapat merugikan masyarakat atau mengganggu situasi damai yang telah berlangsung.

“Jangan ada tindakan-tindakan yang merugikan kita juga,” ujarnya.

Ia menilai stabilitas dan perdamaian merupakan modal penting bagi masyarakat Aceh untuk melanjutkan pembangunan. Karena itu, generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan kondisi tersebut.

Baca Juga  Polda Aceh Meriahkan Kemerdekaan Lewat Lomba Memasak

Dorong Generasi Muda Kenang Sejarah Perjuangan

Djafar juga menyinggung peringatan Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk menjaga ingatan terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.

Ia mengatakan semangat perjuangan para pahlawan tidak semata-mata berkaitan dengan perjuangan pada masa lalu. Nilai tersebut dapat diteruskan melalui upaya menjaga persatuan, keutuhan bangsa, serta perdamaian di tengah masyarakat.

Djafar berharap generasi muda Aceh dapat mengambil pelajaran dari sejarah dan melanjutkan estafet perjuangan melalui kontribusi positif dalam pembangunan.

“Semangat perjuangan itu harus tetap hidup. Generasi muda harus menjaga persatuan dan perdamaian agar Aceh tetap aman dan pembangunan dapat terus berjalan,” ujarnya.

Ia berharap pesan para veteran menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga perdamaian Aceh sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.[]