Pendidikan & Karier

Mahasiswa Unimal Edukasi Antiperundungan di MIN 24 Aceh Utara

Avatar
×

Mahasiswa Unimal Edukasi Antiperundungan di MIN 24 Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Edukasi Stop Bullying di MIN 24 Aceh Utara, Siswa Diajak Belajar Empati. [Foto: Humas Unimal]

Byklik.com | Lhokseumawe – Suasana haru mewarnai kegiatan edukasi bertema “Stop Bullying” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 45 Universitas Malikussaleh di MIN 24 Aceh Utara, Kecamatan Kuta Makmur, Senin, 10 Agustus 2026.

Sebanyak 270 siswa mengikuti kegiatan edukasi interaktif yang bertujuan menanamkan kesadaran tentang bahaya perundungan sejak usia dini. Para siswa diajak memahami bahwa perkataan maupun candaan yang dianggap biasa dapat menimbulkan dampak psikologis yang mendalam bagi orang lain.

Berbagai metode diterapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari permainan, simulasi, hingga pemutaran film reflektif. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya mengajak siswa untuk mengenali perasaan orang lain sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai.

Baca Juga  69 Ribu Santri Ikuti UAN PKPPS Berbasis Digital

Suasana menjadi semakin emosional ketika para siswa diminta merefleksikan pengalaman dan perilaku yang pernah mereka lakukan terhadap teman-temannya. Sejumlah siswa tampak tertunduk, sementara beberapa lainnya tidak mampu menahan air mata.

Ketua KKN Kelompok 45 Desa Blang Riek, Budi Irawan, mengatakan pendidikan tentang empati dan kepekaan sosial perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak mampu membangun hubungan sosial yang sehat.

“Kami ingin adik-adik menyadari bahwa setiap kata memiliki rasa dan dampaknya bisa bertahan lama. Harapan kami, mereka tumbuh tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati yang peka untuk saling melindungi dan tidak tinggal diam saat melihat temannya disakiti,” kata Budi, Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca Juga  DPM Universitas Malikussaeh Tolak Pembatasan Jaminan Kesehatan Aceh

Kepala MIN 24 Aceh Utara, Khairiati Muhammad, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh yang dinilai memberikan kontribusi positif dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Menurut Khairiati, pendidikan karakter harus dimulai dari kebiasaan saling menghargai. Karena itu, kegiatan yang mengajarkan nilai kasih sayang dan rasa aman sangat penting untuk membentuk perilaku peserta didik.

Kegiatan ditutup dengan seruan bersama yang menggambarkan semangat para siswa untuk menolak perundungan. Saat mahasiswa meneriakkan “Stop Bullying!”, seluruh siswa menjawab dengan lantang, “Ayo Berteman Baik!”.