Byklik.com | Meureudu – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pembangunan tersebut menjadi tindak lanjut atas janji Nasaruddin kepada masyarakat setelah bangunan MIN 5 Pidie Jaya hancur diterjang bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Peletakan batu pertama dilakukan di hadapan masyarakat, guru, orang tua, dan siswa MIN 5 Pidie Jaya.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin kembali mengingat janji yang disampaikannya saat meninjau lokasi madrasah setelah bencana pada Desember 2025.
“Ketika setelah kejadian saya datang ke tempat ini, saya menjanjikan kepada warga masyarakat setempat, insyaallah sekolah yang hilang mudah-mudahan akan datang penggantinya lebih baik lagi,” ujar Nasaruddin.
Gedung baru MIN 5 Pidie Jaya dirancang dua lantai dengan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan bangunan sebelumnya. Desain pembangunan disiapkan dengan melibatkan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK).
Menurut Nasaruddin, kompleks madrasah tidak hanya dirancang sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan pendidikan yang terintegrasi.
“Di situ ada masjidnya, dan di situ ada perumahan gurunya. Di situ juga lengkap dengan berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan, termasuk laboratorium, perpustakaan, halaman-halaman, dan kantinnya,” katanya.
Siswa Masih Belajar di TPA
Bangunan MIN 5 Pidie Jaya sebelumnya hancur dan hanyut diterjang banjir. Pascabencana, bangunan madrasah hanya menyisakan satu blok pagar beton.
Selama menunggu pembangunan kembali, kegiatan belajar mengajar siswa MIN 5 Pidie Jaya berlangsung di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang berada di belakang masjid.
Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung dengan keterbatasan ruang. Siswa dan guru harus menyesuaikan kegiatan belajar dengan fasilitas sementara yang juga berada di lingkungan masjid.
Nasaruddin mengatakan pembangunan gedung baru bukan sekadar menggantikan bangunan madrasah yang rusak. Menurut dia, pembangunan tersebut merupakan upaya menghadirkan kembali ruang belajar yang layak bagi siswa.
“Semoga secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah,” ujarnya.
Nasaruddin berharap pembangunan gedung baru dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Ia mengatakan dukungan pembiayaan telah tersedia sehingga pekerjaan diharapkan dapat berjalan lebih cepat.
“Kalau bisa sih tidak sampai satu tahun. Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi. Jadi, makin cepat lebih baik supaya anak-anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai,” katanya.
Menurut Nasaruddin, percepatan pembangunan penting agar siswa dapat segera meninggalkan tempat belajar sementara yang memiliki keterbatasan.
“Selama ini kan menggunakan masjid dan sangat terbatas,” tambahnya.
Pembangunan Jadi Wujud Pemenuhan Janji
Nasaruddin mengaku masih mengingat kondisi Aceh ketika pertama kali melihat langsung dampak bencana. Ia mengatakan pemandangan yang disaksikannya saat itu sangat menyentuh.
“Terutama Aceh yang saya menyaksikan sendiri waktu itu saya menangis betul menyaksikan pemandangan yang sangat memilukan hati,” ungkapnya.
Karena itu, kunjungannya ke Pidie Jaya kali ini memiliki makna khusus. Selain meletakkan batu pertama pembangunan, Nasaruddin mengatakan kehadirannya merupakan bagian dari upaya memenuhi janji pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana.
“Hari ini saya datang memenuhi janji saya, janji pemerintah pada waktu itu bahwa insyaallah, berdoa kita, mudah-mudahan segera kita akan bangun,” tuturnya.
Dalam proses persiapan pembangunan, sempat terdapat kendala terkait pengadaan tanah. Namun, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan melalui dukungan dan partisipasi masyarakat.
Nasaruddin menyebut pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Inilah buah dari kerja sama antara warga masyarakat, sekolah, dan pemerintah,” pungkasnya.
Anggaran Pembangunan Rp12,36 Miliar
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Azhari mengatakan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya untuk tahap pembangunan gedung utama dialokasikan anggaran sebesar Rp12.364.805.000.
Menurut Azhari, anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan ruang kelas belajar (RKB), kantor, kantin, serta pengadaan mebel dan komputer.
Namun, anggaran tersebut belum mencakup seluruh fasilitas yang direncanakan dalam kompleks madrasah baru.
Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya merupakan bagian dari perhatian Kementerian Agama terhadap fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Nasaruddin mengatakan penanganan pascabencana dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bentuk penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing fasilitas, mulai dari rehabilitasi hingga pembangunan kembali.
“Seluruh Aceh dan kita juga membangun di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ada yang direnovasi, ada yang dibangun baru seperti ini,” ujarnya.
Selain madrasah, Kementerian Agama juga melakukan pembangunan dan pemulihan masjid serta sejumlah fasilitas umum masyarakat yang terdampak bencana.
“Jadi banyak sekali, dan kami memang di Kementerian Agama ini memberikan perhatian khusus terhadap bencana yang menimpa saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” kata Nasaruddin.
Dimulainya pembangunan gedung baru MIN 5 Pidie Jaya diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan bagi para siswa. Pemerintah menargetkan madrasah tersebut dapat segera digunakan sehingga kegiatan belajar mengajar tidak lagi bergantung pada fasilitas sementara.***











