Byklik | Jantho–Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Tsanawiyah (MTs) Baitul Arqam Sibreh. Madrasah yang berada di bawah naungan Pesantren Baitul Arqam tersebut resmi ditetapkan sebagai salah satu madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Kabupaten Aceh Besar. Selain MTs Baitul Arqam, dua madrasah lain yang menjadi sasaran program ini adalah MTsN 3 Aceh Besar dan MTs Keutapang.
Penetapan tersebut merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai upaya mentransformasi pendidikan madrasah agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai tindak lanjut, madrasah diminta melengkapi data melalui menu Magis pada sistem EMIS sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program.
Kepala MTs Baitul Arqam Sibreh, Radiana, S.Ag., mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasah yang dipimpinnya. Menurutnya, penunjukan sebagai madrasah piloting menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan yang berkarakter.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada MTs Baitul Arqam sebagai madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta. Amanah ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Kami berkomitmen mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam seluruh proses pembelajaran dan budaya madrasah agar lahir generasi yang mencintai Allah Swt., Rasulullah saw., ilmu, sesama, alam, dan tanah air, serta mampu mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan umat,” ujar Radiana, Jumat, 24 Juli 2026.
Pengawas Madrasah, Rosyidah Lubis, S.Ag., M.A., menyambut baik penetapan MTs Baitul Arqam sebagai madrasah piloting. Selama ini, Rosyidah dikenal aktif dan telaten mendampingi berbagai program pengembangan madrasah, termasuk penguatan mutu pembelajaran dan implementasi berbagai kebijakan Kementerian Agama.
“Madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah nyata transformasi pendidikan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai cinta,” katanya.
Melalui implementasi KBC, seluruh ekosistem madrasah, kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua, bersama-sama membangun budaya belajar yang menumbuhkan cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada ilmu, cinta kepada sesama, cinta kepada alam, dan cinta kepada tanah air.
“Saya meyakini MTs Baitul Arqam memiliki kesiapan dan komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, insyaallah madrasah ini akan menjadi ruang belajar yang aman, menyenangkan, humanis, dan inspiratif dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” kata Rosyidah Lubis.
Melalui penetapan sebagai madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta, MTs Baitul Arqam Sibreh semakin memperkuat komitmennya untuk menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi sekaligus kokoh dalam pembentukan karakter. Ke depan, implementasi KBC diharapkan mampu mewujudkan ekosistem pendidikan yang penuh kasih sayang, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.[]











