Byklik.com | Kuala Simpang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperkuat sinergi lintas instansi dalam upaya mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pascabanjir sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, di Aula Makodim 0117/Aceh Tamiang, Jumat, 17 Juli 2026.
Rapat koordinasi dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Syuibun Anwar, para asisten sekretaris daerah, serta sejumlah kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK).
Dalam arahannya, Bupati Armia menegaskan bahwa komunikasi yang efektif dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan percepatan pemulihan daerah pascabencana.
Ia juga menginstruksikan Camat Kejuruan Muda dan Camat Rantau untuk melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi di lapangan, terutama terkait pemanfaatan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir.
“Pastikan dan cek kembali hunian sementara yang kosong. Kita harus memastikan apakah warga yang berhak menerima bantuan tersebut benar-benar menempatinya atau tidak,” ujar Armia.
Selain membahas kondisi hunian sementara, rapat juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran pemulihan pascabencana. Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, Yudhi Syufriadi, mengajak seluruh unsur Forkopimda mengawal proses penyaluran bantuan agar berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Pengawasan bersama diperlukan untuk menjamin transparansi serta memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” kata Yudhi.
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Aceh Tamiang, Kompol Rubby Nanda, dalam kesempatan itu menekankan pentingnya memperkuat mitigasi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun tidak hanya melalui penyediaan infrastruktur, tetapi juga dengan meningkatkan kapasitas dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, menyoroti pentingnya pengelolaan informasi di ruang digital. Ia mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif menyampaikan informasi mengenai berbagai program pembangunan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan terhindar dari penyebaran disinformasi di media sosial.
Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang, Muttaqin, menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program-program pemerintah daerah agar berjalan efektif dan sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang, Ustaz Syahrizal, mengingatkan pentingnya pembinaan moral masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Ia meminta para camat secara rutin melaporkan pelaksanaan pengajian di wilayah masing-masing.
Syahrizal juga menyampaikan pandangan MPU mengenai pentingnya langkah pencegahan terhadap penyebaran ajaran yang dinilai menyimpang dari ketentuan yang berlaku di daerah serta menjaga pelaksanaan nilai-nilai syariat Islam di Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama unsur Forkopimda berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat proses pemulihan pascabencana, meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan pembangunan di daerah.***











