Berita Utama

BI Lhokseumawe Cetak Edukator Rupiah

Bambang Iskandar Martin
×

BI Lhokseumawe Cetak Edukator Rupiah

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, didampingi Deputi Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, menyerahkan hadiah kepada juara 1 Duta Muda CBP Rupiah 2026 yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna KPwBI Lhokseumawe, Sabtu, 11 Juli 2026. (Ist)

Byklik.com | Lhokseumawe – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menggelar Grand Final Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Championship 2026 di Ruang Serba Guna KPwBI Lhokseumawe, Sabtu, 11 Juli 2026.

Kegiatan bertema “Rupiah dalam Kreasi, Inspirasi untuk Negeri” itu menjadi puncak program edukasi yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Grand final CBP 2026 dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, unsur pemerintah daerah, akademisi, insan pendidikan, komunitas, serta para finalis dan pendamping. Kehadiran Pemerintah Kota Lhokseumawe menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Bank Indonesia dalam memperkuat literasi masyarakat melalui Program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Dalam sambutannya, Husaini mengapresiasi penyelenggaraan CBP Rupiah Championship 2026 yang dinilai mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya mencintai, bangga menggunakan, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Ia berharap semangat yang dibangun melalui kompetisi tersebut dapat terus berlanjut serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat literasi keuangan di Kota Lhokseumawe.

Sementara itu, Deputi Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, mengatakan menjaga stabilitas Rupiah tidak hanya dilakukan melalui kebijakan moneter dan pengelolaan uang Rupiah, tetapi juga melalui peningkatan literasi masyarakat.

Baca Juga  Kapolda: Pembunuhan Halmahera Bukan SARA, Dipicu Provokasi Isu

Menurutnya, Rupiah bukan sekadar alat pembayaran yang sah, melainkan simbol kedaulatan, identitas, dan kebanggaan bangsa yang harus dipahami, dijaga, serta dihormati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa mencintai dan memahami Rupiah merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa,” ujarnya.

Yan menjelaskan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi Program CBP Rupiah melalui berbagai pendekatan edukatif yang inovatif, kreatif, dan kolaboratif. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan CBP Rupiah Championship 2026 yang melibatkan guru, generasi muda, kreator konten, dan anak-anak sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Sesi foto bersama Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, dan Deputi Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra dengan para juara CBP Rupiah 2026 yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna KPwBI Lhokseumawe, Sabtu, 11 Juli 2026.(Ist)

Pada grand final tersebut, para finalis terbaik dari lima kategori berkompetisi, yakni Duta Guru, Duta Muda, Content Creator, Lomba Menggambar, dan Lomba Mendongeng. Setiap kategori menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta komitmen dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, memahami, dan merawat Rupiah.

Melalui kategori Duta Guru, Bank Indonesia mendorong lahirnya para pendidik yang mampu menjadi agen edukasi Rupiah secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Sementara itu, Duta Muda diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menyebarluaskan semangat CBP Rupiah kepada teman sebaya.

Baca Juga  Brimob Aceh Buka Dapur Umum di Islamic Centre Kuala Simpang

Kategori Content Creator menjadi ruang bagi kreator digital untuk menghasilkan konten edukatif yang kreatif, positif, dan inspiratif sehingga mampu menjangkau masyarakat lebih luas. Adapun Lomba Menggambar dan Lomba Mendongeng menjadi media edukasi bagi anak-anak untuk menanamkan kecintaan terhadap Rupiah sejak usia dini melalui karya seni dan cerita.

Bank Indonesia juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan inovasi dalam menyampaikan pesan CBP Rupiah. Para finalis diharapkan tidak berhenti pada ajang kompetisi, tetapi mampu menjadi Edukator Rupiah di lingkungan sekolah, keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas.

Menurut Bank Indonesia, keberhasilan membangun literasi Rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, hingga generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak Edukator Rupiah yang aktif menanamkan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di tengah masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Grand Final CBP Rupiah Championship 2026, Bank Indonesia berharap semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat Aceh. Dengan demikian, kesadaran untuk menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan, identitas, dan kebanggaan bangsa dapat semakin mengakar di seluruh lapisan masyarakat.***