Byklik.com | Idi Rayeuk – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan penyelenggaraan PAUD yang bermutu, holistik, dan integratif di Kabupaten Aceh Timur.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendukung Penyelenggaraan PAUD Bermutu di Aula Kantor Bupati Aceh Timur, Jumat, 10 Juli 2026.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di daerah.
Dalam sambutannya, Lismawani mengatakan penyelenggaraan PAUD yang berkualitas tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Menurutnya, keberhasilan layanan PAUD memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
“Mewujudkan PAUD yang bermutu bukanlah tugas satu sektor semata. Keberhasilan penyelenggaraan PAUD memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak,” ujar Lismawani.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan layanan PAUD yang tidak hanya berorientasi pada aspek pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan, serta pemenuhan hak-hak anak.
Lismawani menjelaskan setiap organisasi perangkat daerah memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan PAUD bermutu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kantor Kementerian Agama berperan meningkatkan mutu pembelajaran dan kompetensi pendidik. Sementara itu, Dinas Kesehatan bertanggung jawab terhadap pemantauan tumbuh kembang anak, pelaksanaan imunisasi, serta pemenuhan gizi.
Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berperan mendukung kepemilikan dokumen identitas anak. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana bertugas memastikan terpenuhinya hak serta perlindungan anak, sedangkan Dinas Perikanan berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia dini.
Menurutnya, Dinas Perpustakaan juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini. Di samping itu, organisasi mitra PAUD seperti Tim Penggerak PKK, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Ikatan Pendidik Indonesia (IPI), dunia usaha, serta masyarakat diharapkan terus berkontribusi memberikan edukasi kepada keluarga dan menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Lismawani juga mengajak seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan gampong untuk terus menjadi penggerak dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Menurutnya, semakin banyak anak yang memperoleh layanan PAUD berkualitas, semakin besar peluang terciptanya generasi yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Keberhasilan pembangunan Aceh Timur di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita didik hari ini. Karena itu, mari kita jadikan penyelenggaraan PAUD bermutu sebagai gerakan bersama. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, saya yakin kita mampu menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, merata, inklusif, serta berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak,” katanya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Bunda PAUD Aceh Timur berharap terbangun kesepahaman, komitmen, serta rencana tindak lanjut yang konkret sehingga seluruh program penguatan PAUD dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak di Kabupaten Aceh Timur.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan PAUD. Menurutnya, sinergi yang telah terbangun perlu terus diperkuat untuk mewujudkan generasi Aceh Timur yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.***











