Berita Utama

Sekda Aceh Ajak Mahasiswa Kawal Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Avatar
×

Sekda Aceh Ajak Mahasiswa Kawal Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menerima audiensi sekitar 15 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Posko Penanggulangan Bencana Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 23 Juni 2026. [Foto: Humas Aceh]

Byklik.com | Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menerima audiensi sekitar 15 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Posko Penanggulangan Bencana Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 23 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan penanganan serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Aceh.

Dalam audiensi itu, Sekda Aceh didampingi para asisten Sekda, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Juru Bicara Pemerintah Aceh, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan biro terkait.

Di hadapan para mahasiswa, M. Nasir menegaskan bahwa penanganan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota. Besarnya tingkat kerusakan serta luasnya wilayah terdampak membuat proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan waktu serta dukungan pendanaan yang memadai.

Baca Juga  Tahun Baru Prabowo Bermalam Bersama Korban Bencana Tapsel

“Kerusakan akibat bencana hidrometeorologi ini bahkan lebih luas dibandingkan dampak tsunami tahun 2004. Karena itu, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan dan memerlukan keterlibatan semua pihak,” ujar M. Nasir.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, Aceh masih berada pada masa transisi darurat menuju pemulihan hingga 28 Juli 2026 dan diharapkan segera memasuki tahap rehabilitasi serta rekonstruksi.

Sekda juga mengungkapkan bahwa program pemulihan telah mulai berjalan dengan dukungan pendanaan yang bersumber dari APBA Reguler Tahun 2025 dan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Hingga saat ini, pelaksanaan program penanganan dan pemulihan telah mencapai sekitar 50 persen.

“Pemerintah terus bekerja agar seluruh program pemulihan dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak,” katanya.

Baca Juga  Ribuan Taruna KKP Turun Lapangan, Bangkitkan Wilayah Bencana

Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir memaparkan hasil verifikasi terbaru yang menunjukkan kebutuhan penanganan perumahan pascabencana mencapai 395.873 unit rumah. Pemerintah Aceh terus melakukan penyelarasan data agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan pendanaan yang masih belum terpenuhi dapat segera direalisasikan sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dituntaskan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Sinergi semua pihak, termasuk kalangan mahasiswa dan masyarakat, sangat dibutuhkan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh,” tutup M. Nasir.