Pendidikan & Karier

DPR Dorong Transformasi Pendidikan Demi Generasi Emas 2045

Avatar
×

DPR Dorong Transformasi Pendidikan Demi Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: AI]

Byklik.com | Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Mufidah Kurniasih mendorong percepatan transformasi pendidikan nasional sebagai langkah strategis dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru dan dosen serta percepatan digitalisasi pendidikan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menjadi kunci keberhasilan transformasi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Mufidah saat menjadi narasumber dalam acara Dialektika Demokrasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juni 2026.

“Digitalisasi pendidikan dan perbaikan kualitas pengajaran seperti sarana dan prasarana khususnya di daerah 3T juga harus diperhatikan. Selain itu, perhatian kepada teman-teman pengajar, baik guru maupun dosen, menjadi pilar utama keberhasilan transformasi pendidikan,” kata Mufidah.

Ia menjelaskan, digitalisasi pembelajaran harus dijalankan berdasarkan tiga pilar utama, yakni inklusif, adaptif, dan partisipatif.

Menurutnya, prinsip inklusif berarti seluruh peserta didik di Indonesia harus memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa terkecuali. Sementara adaptif berarti sistem pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Adapun partisipatif mengandung makna bahwa seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dalam proses pembangunan pendidikan nasional.

Baca Juga  Pemerintah Finalisasi Program Magang Nasional untuk Fresh Graduate

“Digitalisasi pembelajaran juga harus dilandaskan dengan pendidikan karakter yang kuat, sebab penggunaan sistem seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak bisa dijalankan dengan baik tanpa kode etik yang tepat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan harus dilakukan secara bijak agar tidak mengurangi kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Anak-anak jangan sampai bergantung sepenuhnya pada teknologi sehingga kemampuan berpikir dan kreativitasnya justru menurun,” katanya.

Di sisi lain, Mufidah menilai telah terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam arah kebijakan pendidikan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, berbagai tantangan di lapangan masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Baca Juga  Raih Emas di MQK Internasional 2025, Kafilah Aceh Duduki Peringkat 8 Nasional

Ia mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah, terutama dalam upaya pembenahan sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Kami mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta BRIN untuk bersikap totalitas dalam proses transformasi pendidikan nasional,” ujarnya.

Mufidah juga berharap dukungan anggaran untuk sektor pendidikan terus ditingkatkan agar program transformasi pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Kami berharap dan mendukung agar anggaran yang ada dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya sehingga target peningkatan kualitas pendidikan nasional dapat tercapai,” tuturnya.

Menurutnya, transformasi pendidikan yang berkelanjutan akan menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.