Byklik.com | Banda Aceh – MIN 27 Aceh Besar menjadi salah satu contoh keberhasilan penguatan program sekolah sehat di Aceh. Berbagai inovasi dan praktik baik (best practice) dalam pengembangan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan dipaparkan Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, pada pertemuan penggalangan dukungan mitra dalam pelaksanaan kampanye Hidup Sehat di Provinsi Aceh yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Aceh di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Aceh, Rabu 3 Juni 2026.
Dalam pemaparannya, Naswati menjelaskan bahwa program kesehatan di MIN 27 Aceh Besar tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari budaya madrasah melalui konsep BARIISAN, yakni Bersih, Asri, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Aman, dan Nyaman.
Menurutnya, konsep tersebut diterapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, ramah anak, dan berkarakter Islami.
“Program kesehatan tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari warga madrasah,” kata Naswati.
Ia menjelaskan, MIN 27 Aceh Besar yang memiliki lebih dari 840 peserta didik secara konsisten menjalankan berbagai program pembiasaan hidup sehat. Kegiatan tersebut meliputi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan berkala, pemeriksaan kebersihan kuku siswa, pengawasan kebersihan toilet, senam pagi, hingga penyediaan kantin sehat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pembentukan Dokter Kecil (Dokcil) sebagai tutor sebaya. Melalui program tersebut, siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengedukasi teman-temannya tentang pentingnya mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Naswati, pembinaan Dokcil dilakukan melalui kerja sama dengan Puskesmas Ingin Jaya dan sejumlah perguruan tinggi di Aceh.
“Pembinaan Dokcil dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Ingin Jaya serta sejumlah perguruan tinggi, seperti Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Muhammadiyah Aceh, dan Poltekkes Kemenkes Aceh,” ujarnya.
Selain pembinaan perilaku hidup sehat, peningkatan gizi peserta didik juga menjadi perhatian utama madrasah. Setiap Sabtu, siswa dibiasakan membawa bekal dengan menu yang memenuhi prinsip B2SA, yaitu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Program tersebut bertujuan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sekaligus menanamkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak usia dini.
MIN 27 Aceh Besar juga secara rutin melaksanakan penjaringan kesehatan siswa bekerja sama dengan Puskesmas Ingin Jaya guna memantau kondisi kesehatan peserta didik secara berkala.
Dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, madrasah membentuk Tim G-SELL (Gerakan Siswa Peduli Lingkungan). Tim tersebut bertugas mengedukasi siswa mengenai pemilahan dan pengolahan sampah serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Program itu diperkuat melalui berbagai kegiatan, seperti gerilya sampah, penghijauan, serta penataan lingkungan madrasah agar tetap bersih, asri, sehat, aman, dan nyaman.
Naswati menambahkan, pihaknya juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan bagi siswa, orang tua, dan masyarakat. Berbagai konten edukatif dipublikasikan secara rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat.
Komitmen terhadap kesehatan peserta didik turut diperkuat melalui kebijakan menjadikan status imunisasi sebagai salah satu persyaratan penerimaan peserta didik baru. Selain itu, seluruh makanan yang dijual di Kantin Sehat Nadhifah dipastikan berasal dari pedagang yang telah memiliki sertifikat halal.
Berbagai inovasi tersebut mengantarkan MIN 27 Aceh Besar meraih sejumlah penghargaan, antara lain Sekolah Sehat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023, Madrasah Ramah Anak Terstandarisasi Nasional Tahun 2023, serta Madrasah Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh pada 2023 dan 2024.
Menurut Naswati, berbagai capaian tersebut membuktikan bahwa penguatan program kesehatan dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan prestasi madrasah.
Ia berharap praktik baik yang telah diterapkan di MIN 27 Aceh Besar dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lain di Aceh dalam membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak. Dengan kolaborasi yang baik, budaya hidup sehat dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan bagi generasi muda,” katanya.***











