Byklik.com | Dushanbe – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa air akan menjadi sumber daya strategis dunia di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan dalam The 4th High-Level International Conference on the International Decade for Action “Water for Sustainable Development” 2018–2028 atau Dushanbe Water Conference 2026 (DWC2026) di Dushanbe, Tajikistan, 25–28 Mei 2026.
Dalam forum internasional tersebut, Wamenlu yang akrab disapa Tata mengatakan ketahanan air kini menjadi ujian penting pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah masih terbatasnya akses masyarakat dunia terhadap air bersih dan sanitasi layak.
“Air kini menjadi sumber daya strategis yang juga menopang ekonomi digital global. Jika sebelumnya konflik perebutan sumber daya berfokus pada minyak dan lahan, ke depan kompetisi global diperkirakan akan semakin berkaitan dengan penguasaan dan akses terhadap air,” ujar Tata.
Ia menjelaskan, kebutuhan air global terus meningkat seiring berkembangnya industri digital, pusat data, serta kebutuhan mineral kritis yang memerlukan suplai air dalam jumlah besar.
Menurut Tata, krisis air tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan lingkungan atau teknis, melainkan tantangan multidimensi yang berkaitan dengan stabilitas, keadilan, dan tata kelola global.
Karena itu, ia menilai diperlukan sistem multilateral dan tata kelola internasional yang lebih responsif dan berkeadilan dalam menghadapi tantangan isu air dunia.
Konferensi Dushanbe Water Conference merupakan inisiatif Pemerintah Tajikistan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan tersebut bertujuan memobilisasi upaya kolektif untuk mendukung implementasi Water Action Agenda dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
DWC2026 juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju UN Water Conference 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 2–4 Desember 2026.
Konferensi dibuka langsung Presiden Tajikistan Emomali Rahmon yang menyoroti kompleksitas tantangan air global dan berbagai hambatan pencapaian SDG 6 terkait akses air bersih dan sanitasi.
Forum tersebut dihadiri perwakilan dari 110 negara dan 75 organisasi internasional, termasuk Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, Retno L.P. Marsudi.
Selain mengikuti DWC2026, delegasi Indonesia juga berpartisipasi dalam Asia-Pacific Regional Preparatory Meeting for the UNWC2026 yang diselenggarakan UNESCAP pada 25 Mei 2026 guna memperkuat konsolidasi perspektif regional Asia Pasifik terkait isu air dan sanitasi.
Indonesia sendiri terus memperkuat kepemimpinan global dalam isu air setelah menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali, pada Mei 2024.
Kehadiran Indonesia dalam DWC2026 disebut menegaskan pentingnya pengelolaan air dan sanitasi sebagai bagian dari agenda pembangunan strategis nasional, sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan dan kemandirian sumber daya air.











