Byklik.com | Jakarta – Layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu per bulan dinilai dapat menjadi titik balik pemerataan akses digital nasional sekaligus menjawab persoalan mahalnya biaya internet bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria saat menghadiri Grand Launching Ceremony Internet Rakyat di Jakarta Barat, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut Nezar, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam peningkatan kualitas layanan internet nasional, meski cakupan jaringan telekomunikasi telah menjangkau sebagian besar wilayah berpenduduk.
“Jaringan telekomunikasi kita sudah meng-cover 97 persen wilayah yang didiami di Nusantara. Dari sisi lanskap sudah baik, tetapi kualitas internet kita masih harus ditingkatkan,” ujar Nezar.
Ia menjelaskan, tantangan utama saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan perluasan jaringan, tetapi juga menyangkut kualitas layanan serta keterjangkauan harga internet bagi masyarakat.
Pemerintah menilai kebutuhan terhadap akses internet cepat dan stabil semakin mendesak seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan publik, kesehatan, hingga ekonomi digital.
Menurut Nezar, kehadiran layanan internet murah dengan kecepatan tinggi dapat menjadi solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang digital yang lebih produktif dan inklusif.
“Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,” tegasnya.
Ia mengatakan, transformasi digital nasional membutuhkan dukungan infrastruktur yang merata agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas,” ujarnya.
Nezar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia layanan telekomunikasi dalam mempercepat pemerataan konektivitas nasional.
Menurutnya, tantangan geografis Indonesia memerlukan pendekatan inovatif agar layanan internet dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien.
Selain memperluas akses, Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional guna mendukung perkembangan teknologi masa depan seperti artificial intelligence, layanan cloud, Internet of Things, hingga pengembangan ekonomi digital nasional.
“Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama,” kata Nezar.
Melalui kolaborasi pemerintah dan industri, Nezar berharap layanan internet cepat dengan harga terjangkau dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan digital, memperluas usaha, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global.











