Ekonomi & Bisnis

IKG Aceh Membaik, Partisipasi Ekonomi Perempuan Meningkat

Raudhatul
×

IKG Aceh Membaik, Partisipasi Ekonomi Perempuan Meningkat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi perempuan mulai aktif di sektor ekonomi. [Foto: Kementrian UMKM]

Byklik.com | Banda Aceh – Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Aceh pada 2025 menunjukkan tren membaik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam aktivitas ekonomi serta perbaikan di sejumlah indikator utama.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, menyebut nilai IKG Aceh turun menjadi 0,459 dari 0,514 pada 2020. Penurunan ini menandakan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan semakin mengecil.

“IKG mengukur ketimpangan dalam tiga dimensi, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan gender, dan pasar tenaga kerja. Semakin kecil nilainya, semakin rendah ketimpangan,” ujar Agus, Selasa, 5 Mei 2026.

Pada dimensi kesehatan reproduksi, terjadi perbaikan signifikan. Proporsi perempuan yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan turun dari 0,199 pada 2020 menjadi 0,098 pada 2025.

Baca Juga  Sambal Sunti Aceh Tembus Pasar Digital, Tersedia Varian Ayam Suwir dan Kerang

“Proporsi perempuan yang melahirkan anak pertama di usia kurang dari 20 tahun juga menurun dari 0,234 menjadi 0,187,” jelasnya.

Di sektor ekonomi, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan meningkat dari 48,94 persen menjadi 50,01 persen. Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak perempuan Aceh yang terlibat dalam aktivitas ekonomi.

“Artinya, keterlibatan perempuan dalam pasar kerja terus membaik,” kata Agus.

Sementara itu, pada dimensi pemberdayaan, persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat dari 42,71 persen menjadi 49,76 persen.

Baca Juga  Mulai Hari Ini BPS Aceh Mulai Sensus Ekonomi 2026

Namun, Agus mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar, terutama pada keterwakilan perempuan di legislatif yang masih rendah.

“Pada 2025, keterwakilan perempuan di legislatif baru 8,97 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 91,03 persen,” ujarnya.

Di tingkat kabupaten/kota, mayoritas daerah di Aceh mengalami penurunan IKG. Kabupaten Nagan Raya mencatat perbaikan paling signifikan dengan penurunan dari 0,789 menjadi 0,506.

Sebaliknya, Kabupaten Aceh Barat justru mengalami peningkatan ketimpangan paling tinggi, dari 0,231 menjadi 0,368.

“Ini menunjukkan bahwa meski tren umum membaik, disparitas antarwilayah masih perlu menjadi perhatian,” pungkas Agus.