Humaniora

BKKBN Aceh Kejar 15.572 Akseptor dalam KB Serentak

Avatar
×

BKKBN Aceh Kejar 15.572 Akseptor dalam KB Serentak

Sebarkan artikel ini
Tim BKKBN Aceh saat peluncuran layanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), yang digelar di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Bidan Kamsinar, Aceh Besar. [Foto: Dok/BKKBN Aceh]

Byklik.com | Jantho – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh meluncurkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak dengan target menjangkau 15.572 akseptor di seluruh Aceh.

Program yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ini resmi diluncurkan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Bidan Kamsinar, Kabupaten Aceh Besar. Khusus wilayah Aceh Besar, target akseptor ditetapkan sebanyak 1.369 orang.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, menegaskan peran bidan sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan KB, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi.

“Bidan berperan langsung menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa, sekaligus membantu menekan laju pertumbuhan penduduk,” ujar Safrina, Kamis, 30 April 2026.

Baca Juga  PKBM RUMAN Aceh Sosialisasikan Sistem Belajar Paket di Aceh Besar

Pelayanan KB serentak ini berlangsung mulai 29 April hingga 22 Mei 2026 sebagai bagian dari Bulan Bhakti IBI. Fokus utama kegiatan mencakup peningkatan kesertaan KB, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), penurunan angka kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need), serta penambahan akseptor baru.

Safrina menekankan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, camat, kepolisian sektor, puskesmas, hingga organisasi profesi bidan.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan layanan KB dapat diakses merata, termasuk di wilayah perdesaan,” katanya.

Baca Juga  Akmal Senja, Hutan Wakaf, dan Konservasi Islami

Secara nasional, program KB serentak dalam rangka HUT IBI dipusatkan di Provinsi Banten pada 30 April 2026. Sementara di Aceh, kegiatan dipusatkan di Aceh Besar dengan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk konseling serta pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang seperti implan.

Dalam kegiatan tersebut, Safrina juga melakukan pemasangan implan kepada akseptor sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan KB di daerah.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga serta mendukung terwujudnya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.