Humaniora

Senyum di Ujung Ramadan, Saat Anak Yatim Aceh Berbelanja Kebutuhan Lebaran

Avatar
×

Senyum di Ujung Ramadan, Saat Anak Yatim Aceh Berbelanja Kebutuhan Lebaran

Sebarkan artikel ini
Sejumlah anak yatim didampingi pengasuh memilih kebutuhan pokok dan perlengkapan Idulfitri di Banda Aceh
Sejumlah anak yatim didampingi pengasuh memilih kebutuhan pokok dan perlengkapan Idulfitri di Banda Aceh, Rabu, 18 Maret 2026. 📷: For ByKlik.com/HO

ByKlik.com | Banda Aceh — Tim Islamic Relief Indonesia perwakilan Aceh menyalurkan bantuan kepada puluhan anak yatim di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh. Aksi berbagi ini berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026, bertepatan dengan suasana tradisi meugang menjelang akhir Ramadan.

Sebanyak 39 anak yatim beserta pengasuh datang langsung untuk memilih kebutuhan pokok dan perlengkapan Idulfitri. Lembaga kemanusiaan ini memberikan dana sebesar Rp700.000 bagi setiap anak guna memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing.

Baca Juga  Mahasiswa FKH USK Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Warga Aceh Tamiang

Anak-anak tersebut memancarkan senyum dan rasa syukur saat memilih barang kebutuhan mereka di lokasi kegiatan. Program ini menjadi bukti nyata kepedulian para donatur terhadap kesejahteraan anak yatim yang membutuhkan dukungan moril maupun materi.

Selain itu, pihak penyelenggara telah melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya sebelumnya. Program di dua wilayah tersebut menjangkau 56 anak yatim beserta keluarga mereka.

Pihak lembaga berharap bantuan ini dapat memperkuat semangat para penerima manfaat dalam menjalani sisa Ramadan. Mereka ingin anak-anak yatim menyambut Hari Raya Idulfitri dengan perasaan penuh kebahagiaan.

Baca Juga  Mellani Subarni Rayakan Hari Anak dengan Puluhan Bocah di Aceh Besar

Area Coordinator Islamic Relief Indonesia Kantor Aceh, Yusrizal Puteh, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar bantuan materi bagi para penerima.

“Amanah yang disalurkan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi sumber kebahagiaan serta doa tulus dari para penerima manfaat,” ujar Yusrizal. []