Ekonomi & Bisnis

Warga Aceh Tak Perlu Khawatir, Stok Daging Meugang Idulfitri Dipastikan Aman

Avatar
×

Warga Aceh Tak Perlu Khawatir, Stok Daging Meugang Idulfitri Dipastikan Aman

Sebarkan artikel ini
Aktivitas jual beli sapi di kandang penampungan ternak di Aceh menjelang tradisi Meugang Idulfitri.
Aktivitas jual beli sapi di kandang penampungan ternak di Aceh menjelang tradisi Meugang Idulfitri. đź“·: Dok. InfoPublik

ByKlik.com | Banda Aceh — Pemerintah Aceh menjamin ketersediaan stok daging untuk tradisi Meugang Idulfitri 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi. Dinas Peternakan Aceh terus memantau berbagai daerah guna memastikan stabilitas pasokan serta harga di pasar.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyebut kebutuhan daging masyarakat saat Meugang berkisar 1.000 hingga 1.500 ton. Lonjakan permintaan ini rutin terjadi menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Idul Adha di seluruh wilayah Aceh.

Data terbaru menunjukkan stok sapi yang tersedia mencapai 16.381 ekor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Estimasi pemotongan tercatat sekitar 7.245 ekor sapi pada hari pelaksanaan tradisi budaya tersebut.

Baca Juga  Tarif Trump Tekan Pasar Kerja AS, Dampak Harga Terbatas

“Berdasarkan pantauan dan koordinasi Dinas Peternakan Aceh di lapangan, kebutuhan daging untuk perayaan Meugang Idulfitri tahun ini dipastikan tercukupi dan aman,” ujar Muhammad MTA, pada Senin, 16 Maret 2026.

Selain sapi, pemerintah juga menyiapkan 6.929 ekor kerbau serta 17.146 ekor kambing dan domba sebagai alternatif. Ketersediaan stok ini bertujuan menjaga keseimbangan antara permintaan tinggi dan pasokan barang di pasar.

Saat ini, harga daging di pasar tradisional Aceh berkisar antara Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram. Pemerintah mengakui adanya fluktuasi harga karena meningkatnya permintaan masyarakat dalam waktu singkat.

Baca Juga  Berjibaku Memburu Bahan Pokok di Daerah Bencana

“Sebagaimana kita pahami bersama, harga daging sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar,” jelas Muhammad terkait fenomena tahunan tersebut.

Gubernur Aceh, kata dia, menginstruksikan dinas terkait untuk memantau harga guna mencegah spekulasi pedagang yang memberatkan warga. Pemerintah mengimbau pedagang agar tidak mengambil keuntungan berlebihan demi kelancaran tradisi keagamaan ini.

“Gubernur berharap para pedagang dapat memperhatikan harga yang layak demi kenyamanan masyarakat luas, sehingga tradisi Meugang dapat dirayakan dengan penuh kebersamaan,” pungkasnya. []