Humaniora

Ahli Gizi IPB: Kurma Bantu Pulihkan Energi Saat Berbuka

Avatar
×

Ahli Gizi IPB: Kurma Bantu Pulihkan Energi Saat Berbuka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: Freepik]

Byklik.com | Bogor  Kurma menjadi salah satu makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa karena mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, mengatakan kurma memiliki komponen nutrisi yang efektif membantu pemulihan energi tubuh. Penjelasan tersebut disampaikan dalam program IPB Pedia yang tayang di kanal YouTube IPB TV.

Menurutnya, kurma mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh sehingga mampu mengembalikan kadar gula darah secara cepat.

“Kurma adalah sumber energi yang cepat, tinggi gula alami, dan bisa mengembalikan kadar gula darah kita ke normal,” ujar Ahmad.

Selain itu, kurma juga mengandung serat yang cukup tinggi sehingga membantu melancarkan pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Ia menyebutkan, mengonsumsi sekitar tiga butir kurma sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan energi awal saat berbuka puasa.

Baca Juga  Rahasia Ilmiah Puasa: Autofagi dan Detoks Alami

“Dengan makan sekitar tiga butir kurma, tubuh sudah mendapatkan asupan energi awal yang cukup setelah berpuasa seharian,” katanya.

Ahmad menambahkan, kurma juga mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tubuh.

Ia menjelaskan, kalsium berperan dalam fungsi saraf, otot, serta membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh yang dapat menurun selama berpuasa. Sementara magnesium berperan dalam mendukung berbagai reaksi biokimia dan kerja enzim di dalam tubuh.

Selain itu, kurma juga dikenal memiliki manfaat bagi ibu hamil. Kandungan senyawa alaminya dipercaya dapat membantu mempersiapkan otot rahim serta mendukung kerja hormon yang berperan dalam proses persalinan.

Namun demikian, Ahmad mengingatkan konsumsi kurma tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama bagi ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional.

“Bagi ibu hamil dengan kondisi tertentu seperti diabetes gestasional, konsumsi kurma tetap harus diperhatikan dan disesuaikan dengan anjuran tenaga medis,” ujarnya.

Baca Juga  Menag: Umat Islam Harus Memahami dan Amalkan Alquran

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cara memilih dan menyimpan kurma agar kualitasnya tetap terjaga. Menurutnya, masa simpan kurma bergantung pada jenis dan metode penyimpanannya.

“Kurma kering biasanya lebih tahan lama dibandingkan kurma basah. Pastikan kurma disimpan di tempat yang sejuk dan tertutup rapat karena tetap memiliki masa kedaluwarsa,” jelasnya.

Saat membeli, masyarakat disarankan memilih kurma dalam kemasan tertutup, memeriksa tanggal kedaluwarsa, serta memperhatikan warna, tekstur, dan aroma buah.

Kurma yang berkualitas baik umumnya memiliki kulit yang utuh, tidak terlalu kering maupun terlalu basah, serta beraroma segar.

“Kurma bukan sekadar makanan manis untuk berbuka, melainkan sumber energi alami yang kaya nutrisi. Kecil bentuknya, tetapi besar manfaatnya,” tutup Ahmad.