Headline

Riau Darurat Karhutla, Ratusan Personel Dikerahkan

Bambang Iskandar Martin
×

Riau Darurat Karhutla, Ratusan Personel Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan lintas instansi terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Selasa, 17 Februari 2026. (Ist)

Byklik.com | Pekanbaru – Tim gabungan lintas instansi terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Langkah ini dilakukan untuk menekan perluasan titik api dan mencegah dampak asap ke wilayah permukiman warga, Selasa, 17 Februari 2026.

Tim terdiri atas personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, BPBD, serta unsur terkait lainnya. Pelokalisiran api menjadi prioritas utama guna membatasi area terdampak.

Sebanyak 160 personel Manggala Agni diterjunkan langsung dalam operasi pemadaman. Sementara itu, 80 personel lainnya disiagakan untuk patroli rutin dan deteksi dini titik api baru.

Penguatan personel juga dilakukan melalui mobilisasi satu regu dari Daops Rengat ke Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, serta dari Daops Siak ke Kabupaten Bengkalis. Dukungan tambahan datang dari Daops Bukit Tempurung, Jambi, yang membantu penanganan di wilayah Dumai.

Berdasarkan data di lapangan, titik kebakaran tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Lahan yang terbakar meliputi Hutan Produksi, Hutan Produksi Konversi, Kawasan Konservasi, serta Areal Penggunaan Lain (APL). Beberapa lokasi berada di sekitar kebun sawit milik masyarakat maupun perusahaan dan berdekatan dengan kawasan perumahan.

Baca Juga  Gubernur Aceh Imbau Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Indikasi penyebab kebakaran bervariasi. Di sejumlah titik, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar sisa vegetasi yang kemudian tidak terkendali akibat angin kencang. Kondisi tanpa hujan selama hampir 20 hari, keterbatasan sumber air, akses lokasi yang sulit, serta vegetasi kering, terutama di lahan gambut dengan muka air tanah minus sekitar 90 sentimeter, menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan strategi utama saat ini adalah menahan pergerakan api agar tidak meluas.

“Pengerahan personel dan dukungan lintas wilayah dilakukan secara terukur mengingat kombinasi cuaca kering, angin kencang, dan bahan bakar yang mudah terbakar membuat situasi di lapangan cukup menantang,” ujarnya.

Baca Juga  Medan Sulit dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla

Ia menambahkan, dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi langkah penting untuk membantu percepatan penanganan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber air. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun karena kondisi saat ini sangat rawan memicu kebakaran yang lebih besar.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui Surat Keputusan Nomor 102/2026 yang berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dan mengajukan tambahan dukungan penanganan darurat.

Sebagai bagian dari penguatan respons, BNPB melalui BPBD Provinsi Riau melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C208 dengan menyemai satu ton garam di sekitar wilayah Siak dan Pekanbaru pada Senin, 16 Februari 2026.

Pemerintah berharap pengendalian karhutla dapat berjalan optimal sehingga Riau terhindar dari bencana asap, terutama menjelang Ramadan, agar aktivitas masyarakat tetap berlangsung aman dan sehat.***