Olahraga

10 Negara Raksasa Bidik Kebangkitan Menuju Piala Dunia 2030

Avatar
×

10 Negara Raksasa Bidik Kebangkitan Menuju Piala Dunia 2030

Sebarkan artikel ini
Pemain Spanyol Pau Cubarsi (22), Rodri (16), dan Unai Simón (23) berpose dengan trofi dan penghargaan individu usai membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu, 19 Juli 2026. [Foto: Hector Vivas/FIFA via Getty Images]

Byklik.com | Zurich – Piala Dunia FIFA 2026 memang telah berakhir, tetapi kegagalan masih menyisakan luka bagi sejumlah kekuatan tradisional sepak bola dunia. Italia, Denmark, Polandia, hingga Nigeria kini langsung mengalihkan fokus untuk membangun kembali kekuatan mereka demi merebut tiket ke Piala Dunia 2030 yang akan menjadi edisi peringatan 100 tahun turnamen paling bergengsi tersebut.

Meski Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan diikuti 48 negara, sejumlah tim yang memiliki tradisi kuat justru kembali gagal menembus putaran final. Di antara mereka terdapat juara dunia, finalis, hingga tim yang selama puluhan tahun menjadi langganan tampil di ajang sepak bola tertinggi dunia.

FIFA menyoroti sedikitnya sepuluh negara yang dinilai memiliki peluang besar bangkit dalam empat tahun ke depan jika mampu memperbaiki performa, membangun regenerasi pemain, dan menjaga konsistensi sepanjang proses kualifikasi.

Italia menjadi sorotan utama. Juara dunia empat kali itu kembali gagal lolos ke Piala Dunia setelah tersingkir di babak play-off oleh Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti. Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Azzurri yang kini absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun sejak terakhir tampil pada 2014.

Denmark juga harus menunda impian tampil di Amerika Utara setelah kalah adu penalti dari Republik Ceko pada laga penentuan play-off. Padahal, tim berjuluk De Rod-Hvide sempat berada di ambang kelolosan sebelum kehilangan peluang pada pertandingan terakhir fase kualifikasi.

Baca Juga  Plt Sekda Aceh Buka POMDA XIX di UTU Meulaboh

Polandia bernasib serupa. Tim yang dua kali finis di peringkat ketiga Piala Dunia itu kandas setelah kalah 3-2 dari Swedia di final play-off. Menjelang Piala Dunia 2030, Polandia diperkirakan memasuki fase regenerasi seiring berakhirnya era penyerang andalan Robert Lewandowski.

Hungaria juga masih harus memperpanjang penantian mereka. Finalis Piala Dunia 1938 dan 1954 tersebut belum pernah lagi tampil sejak edisi 1986. Kegagalan pada kualifikasi 2026 menjadi pukulan telak, meski performa mereka di tiga edisi Piala Eropa terakhir memberi harapan akan kebangkitan.

Rumania turut gagal memanfaatkan peluang setelah kalah tipis 1-0 dari Turki pada semifinal play-off. Di bawah arahan legenda Gheorghe Hagi, Tricolorii kini berusaha mengembalikan kejayaan generasi emas yang pernah membawa mereka mencapai perempat final Piala Dunia 1994.

Dari Afrika, Nigeria kembali harus menunda ambisi tampil di Piala Dunia setelah kalah adu penalti dari Republik Demokratik Kongo pada laga penentuan. Padahal, Super Eagles dikenal sebagai salah satu negara dengan stok pemain berbakat terbesar di benua tersebut.

Kamerun juga mengalami nasib serupa. Negara Afrika dengan delapan penampilan di Piala Dunia itu gagal lolos setelah dikalahkan Republik Demokratik Kongo pada babak play-off. Kini, Les Lions Indomptables berupaya mengembalikan konsistensi yang pernah mengantar mereka mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang menembus perempat final Piala Dunia.

Baca Juga  Kemkomdigi Tambah 200 Titik Nobar Piala Dunia 2026

Di Amerika Selatan, Chile terus berjuang keluar dari keterpurukan. Generasi emas yang dipimpin Alexis Sanchez, Arturo Vidal, dan Claudio Bravo telah berakhir, sementara La Roja terpuruk di dasar klasemen kualifikasi zona CONMEBOL. Regenerasi menjadi pekerjaan rumah terbesar mereka menuju Piala Dunia 2030.

Peru juga menghadapi tantangan serupa setelah hanya finis di peringkat kesembilan kualifikasi. Minimnya produktivitas gol membuat pembenahan lini depan menjadi prioritas utama agar mampu kembali bersaing di level tertinggi.

Sementara itu, Kosta Rika berupaya membangun generasi baru setelah gagal melaju ke putaran final akibat hanya finis di posisi ketiga grup pada putaran terakhir kualifikasi CONCACAF. Negara yang pernah menembus perempat final Piala Dunia 2014 itu ingin segera mengembalikan statusnya sebagai salah satu kekuatan utama kawasan Amerika Tengah.

Dengan empat tahun waktu persiapan menuju Piala Dunia 2030, kesepuluh negara tersebut kini menghadapi tantangan yang sama, yakni membangun skuad yang lebih kompetitif, mempercepat regenerasi pemain, serta mengembalikan konsistensi agar kembali bersaing di panggung sepak bola dunia.