Byklik | Meureudu–Upaya pemulihan pascabencana di Aceh terus dilakukan seiring masih berlangsungnya masa tanggap darurat hingga 8 Januari 2026. Di Kabupaten Pidie Jaya, Yayasan Perempuan Anak dan Negeri (YPANBA) bersama Pemerintah Gampong Blang Dalam menyepakati program pemulihan pascabencana berbasis masyarakat.
Kesepakatan ini dilakukan di tengah masih adanya ketidakpastian pemulihan di sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh selama 39 hari terakhir.
Di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, warga masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menjawab kebutuhan tersebut, YPANBA kembali hadir untuk kedua kalinya dan melakukan diskusi bersama aparatur gampong.
Program pemulihan yang disepakati menekankan pemanfaatan sumber daya lokal dengan melibatkan lembaga-lembaga gampong, seperti PKK dan karang taruna. Aset gampong, termasuk mesin pencacah sampah, juga akan dioptimalkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.
Ketua YPANBA, Ruwaida, menyebut kelompok perempuan dan remaja memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam proses pemulihan. “Pelibatan mereka penting untuk mendorong partisipasi warga secara menyeluruh,” ujarnya, Minggu, 4 Januari 2026.
Sementara itu, Keuchik Gampong Blang Dalam, Mukhtar, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian warga dan memastikan pemulihan tidak hanya bersifat sementara.[]











