Ekonomi & BisnisHeadline

Warga Aceh Diminta Tenang, Bulog Pastikan Stok Pangan Melimpah Jelang Lebaran

Avatar
×

Warga Aceh Diminta Tenang, Bulog Pastikan Stok Pangan Melimpah Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Aktivitas bongkar muat beras di Gudang Bulog Punteut, Blang Mangat, Lhokseumawe
Aktivitas bongkar muat beras di Gudang Bulog Punteut, Blang Mangat, Lhokseumawe, Rabu (11/3). đź“·: Dok. Bulog Aceh

ByKlik.com | Banda Aceh — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) memastikan ketersediaan pangan pokok di Provinsi Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Aceh tercatat mencapai 54.378 ton hingga awal Maret 2026.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Aceh, Ihsan, menyatakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Pasokan ini sekaligus berfungsi menjaga stabilitas harga beras di seluruh wilayah Aceh.

Ihsan menjelaskan bahwa stok beras di gudang-gudang BULOG tersebar merata di sejumlah titik. Pihaknya siap menyalurkan cadangan tersebut untuk program pemerintah maupun stabilisasi harga pasar.

Selain stok yang ada, volume beras akan terus meningkat seiring datangnya musim panen padi. Petani di berbagai kabupaten dan kota di Aceh kini mulai memasuki masa produksi aktif.

Selanjutnya, BULOG Aceh konsisten melakukan penyerapan gabah dan beras hasil produksi petani lokal. Langkah ini bertujuan memperkuat cadangan pemerintah dan menjaga harga gabah di tingkat petani.

Baca Juga  778 Ribu Ternak Terdampak, DPR Ingatkan Krisis Daging di Depan Mata

“Stok beras yang kami kuasai saat ini berada pada level yang sangat kuat, sekitar 54 ribu ton. Dengan panen yang sedang berlangsung dan kegiatan penyerapan yang terus dilakukan dari petani, kami perkirakan jumlah stok ini masih akan terus bertambah,” ujar Ihsan dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Beriringan dengan itu, Ihsan mengungkapkan bahwa cadangan beras secara nasional berada pada posisi sangat kuat. Data terbaru menunjukkan stok beras nasional yang dikelola BULOG telah mencapai 3,74 juta ton.

Pemerintah memprediksi angka tersebut meningkat hingga 5 juta ton pada akhir Maret mendatang. Peningkatan ini bersumber dari optimalisasi penyerapan hasil panen di berbagai daerah di Indonesia.

Di samping itu, BULOG Aceh menjamin ketersediaan minyak goreng melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Kementerian Perdagangan mengalokasikan 46 juta liter minyak goreng Minyakita setiap bulan untuk kebutuhan domestik.

Baca Juga  Aceh Perkuat Rantai Pasok Hulu Migas, Dorong Investasi dan Tenaga Kerja Lokal

“Stok beras kuat, pasokan minyak goreng juga tersedia melalui kebijakan DMO. Jadi masyarakat tidak perlu cemas karena kebutuhan pangan tetap tercukupi,” tegas Ihsan.

Imbauan Belanja Bijak

Sementara itu, hasil pemantauan di pasar tradisional menunjukkan harga komoditas sembako masih relatif stabil. Masyarakat dapat memperoleh beras, gula, dan minyak goreng dengan harga yang terjaga.

Meskipun demikian, BULOG tetap meminta masyarakat Aceh agar berbelanja secara bijak dan wajar. Warga sebaiknya menghindari panic buying atau pembelian berlebihan menjelang momentum hari besar keagamaan.

“Tidak perlu ada kepanikan. Stok pangan nasional aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar sesuai kebutuhan,” tutup Ihsan. []