Berita Utama

Wagub Tinjau Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang

Avatar
×

Wagub Tinjau Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Lokasi hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Jalan Banda Aceh - Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (29/12/2025). [Foto: Hutama Karya]

Byklik.com | Kualasimpang – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., bersama Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, meninjau langsung lokasi hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Jalan Banda Aceh – Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (29/12/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelayakan tempat tinggal darurat serta memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih mengungsi akibat bencana hidrometeorologi parah yang melanda Aceh Tamiang sejak 26 November 2025.

Berdasarkan data terakhir hingga 30 Desember 2025, banjir bandang dan longsor yang dipicu curah hujan ekstrem telah menewaskan 57–60 jiwa, melukai 18 orang, dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 208.163–262.087 jiwa masih mengungsi di ratusan titik pengungsian tersebar di 12 kecamatan.

Baca Juga  Petugas Pastikan Kelancaran dan Kenyamanan Arus Mudik di Tiga Titik Strategis

Kerusakan infrastruktur mencapai 11.707 unit rumah rusak atau hanyut, puluhan fasilitas pendidikan, ibadah, dan kesehatan rusak berat, serta akses jalan dan jembatan putus di sejumlah desa. Beberapa kampung seperti Sekumur, Tanjung Karang, Sukajadi, dan Lintang Bawah nyaris musnah, hanya menyisakan masjid atau pondok pesantren di tengah tumpukan kayu gelondongan dan lumpur tebal.

Pascabencana, warga menghadapi krisis air bersih, sanitasi buruk, serta ancaman penyakit seperti gatal-gatal, diare, demam, batuk, pilek, hingga potensi lonjakan Leptospirosis dan DBD. Banyak anak balita terpaksa mengonsumsi mi instan selama belasan hari karena keterbatasan makanan bergizi.

Baca Juga  Sekda Aceh Pimpin Finalisasi R3P Pascabencana

Dalam dialog dengan warga pengungsi, Wagub Fadhlullah mendengar langsung aspirasi dan keluhan masyarakat. Pemerintah Aceh bersama kabupaten terus mempercepat distribusi bantuan logistik, pembangunan huntara, pembersihan lumpur, serta persiapan hunian permanen yang lebih aman dan tahan bencana.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Aceh untuk memprioritaskan pemulihan masyarakat terdampak, sejalan dengan arahan Gubernur dan koordinasi dengan BNPB serta instansi terkait. Pihak berwenang juga menekankan pentingnya evaluasi pengelolaan lahan hulu untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.