Byklik | Banda Aceh–Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan inovatif merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Senin (9/2/2026).
Dalam kuliah umum bertema “Peningkatan Peran USK dalam Menghasilkan SDM Unggul dan Inovasi serta dalam Pembangunan Ekonomi Nasional”, Prof. Rokhmin mengajak sivitas akademika USK untuk menyiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu berpikir dan bertindak dalam skala global.
“Kita tidak cukup hanya menjadi pintar di tingkat lokal atau nasional. Jika kelak menjadi pemimpin atau tokoh besar, maka harus mampu berpikir global dan bertindak strategis,” tegas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.
Menurut Prof. Rokhmin, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju, mulai dari bonus demografi hingga posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan dunia. Namun, seluruh potensi tersebut akan sia-sia tanpa SDM yang berkarakter kuat, disiplin, dan berorientasi pada inovasi.
“Jumlah penduduk usia produktif kita sangat besar. Ditambah lagi letak geografis Indonesia yang strategis. Tapi semua itu tidak akan berarti jika kita malas. Kuncinya adalah terus belajar, berinovasi, dan bekerja keras,” ujarnya.
Ia menilai perguruan tinggi, termasuk USK, memiliki peran strategis dalam mengubah bonus demografi menjadi kekuatan ekonomi nasional, khususnya melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset terapan, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan kelautan.
Kuliah umum ini berlangsung di Auditorium FMIPA USK dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari berbagai fakultas. Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekan, wakil dekan, dan pimpinan unit kerja di lingkungan USK.
Rektor USK, Prof. Dr. Marwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri sangat relevan dengan visi pengembangan USK, khususnya dalam mendorong inovasi di sektor agraris dan maritim yang menjadi kekuatan strategis Aceh.
Ia juga menyebutkan bahwa momentum kuliah umum ini menjadi penyemangat baru bagi sivitas akademika USK di awal semester genap, setelah aktivitas akademik sempat terganggu akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.[]











