Berita UtamaHeadlineHumaniora

Trauma Healing Anak di Meureudu Lewat Mewarnai Bersama Guru Cilik

×

Trauma Healing Anak di Meureudu Lewat Mewarnai Bersama Guru Cilik

Sebarkan artikel ini
Kegiatan mewarnai di Meunasah Desa Lhoknga, Kec. Meureudu, Pidie Jaya, Minggu, 8 Februari 2026. Foto: Ihan Nurdin/byklik

Byklik | Meureudu—Sanggar Art Gallery Feby menggelar kegiatan Sehari Mewarnai Gratis Bersama Guru Cilik bagi anak-anak penyintas bencana banjir bandang di Desa Lhoknga, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini berlangsung di meunasah setempat dan diikuti lebih dari 150 anak usia TK dan SD, Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini disambut antusias oleh para orang tua dan perangkat desa setempat.

Ketua Sanggar Art Gallery Feby, Feby, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-15 Art Gallery Feby. Selain sebagai ajang edukasi seni, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi dan pemulihan psikologis bagi anak-anak.

“Anak-anak kami perkenalkan teknik dasar mewarnai, termasuk pemilihan warna untuk awan, pohon, dan gradasi alam lainnya. Kami ingin mereka berani berekspresi dan menikmati prosesnya,” ujar Feby dalam arahannya saat sesi perkenalan.

Dalam kegiatan ini, panitia juga menyediakan fasilitas lengkap bagi peserta. Setiap anak mendapatkan krayon, meja tulis, makan siang, serta goodie bag yang berisikan hadiah dan makanan ringan, sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman sejak awal hingga selesai.

Baca Juga  Tiga Hari Jelang Pembukaan, Venue MTQ Aceh di Pijay Hampir Rampung

Menariknya, kegiatan ini melibatkan guru cilik sebagai pendamping. Setiap satu guru cilik mendampingi tiga hingga empat anak selama proses mewarnai, sehingga suasana belajar terasa lebih akrab dan menyenangkan. Para guru cilik tersebut merupakan siswa sanggar Art Gallery Feby yang diberangkatkan khusus dari Banda Aceh.

Koordinator Lapangan, Nurliza, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari trauma healing pascabencana Siklon Senyar yang melanda wilayah Pidie Jaya akhir November lalu.

“Kecamatan Meureudu menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Melalui kegiatan mewarnai ini, kami berharap anak-anak bisa kembali ceria dan perlahan pulih dari trauma,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak sangat antusias mengikuti arahan guru cilik. Orang tua murid juga turut hadir mendampingi anak-anak mereka, menciptakan suasana kebersamaan dan dukungan emosional yang hangat di lingkungan meunasah.

Di akhir acara, panitia memilih karya-karya masing-masing tiga karya untuk setiap kategori, yaitu tingkat TK, kelas 1–3 SD, dan 4–6 SD. Para pemenang juga mendapatkan berbagai bingkisan menarik seperti Al-Qur’an. Berbagai hadiah dan paket yang diberikan kepada peserta merupakan hasil penggalangan donasi yang dilakukan oleh para wali murid di sanggar tersebut.

Baca Juga  Ayahwa Kunjungi sejumlah Sekolah di Aceh Utara

Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah terdampak bencana, sebagai bagian dari pemulihan psikososial anak berbasis seni dan kreativitas.

Nurliza mengatakan, pendampingan oleh guru cilik memberikan banyak manfaat bagi peserta. Misalnya, terjadinya interaksi sosial yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak. Sedangkan bagi guru cilik, juga dapat melatih kemampuan mereka sebagai guru sebaya. Interaksi ini membuat anak menjadi lebih nyaman dan mengasah keterampilan berkomunikasi dan empati sosial.

“Di tengah kehilangan dan keterbatasan, mewarnai menghadirkan suasana ceria dan harapan, sesuatu yang sangat dibutuhkan anak agar kembali merasa aman dan bahagia. Selain itu, dengan teknik-teknik dasar yang diajarkan oleh Bu Feby, semoga ini menjadi bekal bagi anak-anak di Desa Lhoknga untuk terus melatih kemampuan dalam mewarnai,” kata Nurliza.[]