Berita UtamaHeadline

TNI–Polri dan BPBD Siaga Cegah Api Susulan Karhutla Aceh Barat

Avatar
×

TNI–Polri dan BPBD Siaga Cegah Api Susulan Karhutla Aceh Barat

Sebarkan artikel ini
Anggota Yonif 116/Garda Samudra, patroli untuk mencegah karhutla kembali meluas, Rabu, 4 Februari 2026. [Foto: Yonif 116/GS]

ByKlik.com | Meulaboh — Personel gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat menggelar apel siaga dan patroli terpadu untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu, 4 Februari 2026.

Kegiatan ini melibatkan prajurit Yonif 116/Garda Samudra, personel Kodim 0105/Aceh Barat, Polres Aceh Barat, serta BPBD setempat. Apel siaga dilakukan guna memastikan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, dan keseragaman langkah penanganan di lapangan.

Sejumlah kecamatan dipetakan sebagai wilayah rawan kemunculan api susulan, yakni Woyla Barat, Kaway XVI, Bubon, dan Johan Pahlawan. Usai apel, tim gabungan langsung bergerak melakukan patroli darat dan pemantauan kondisi lahan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Baca Juga  Dua Hari Dipadamkan, Api Karhutla di Aceh Barat Masih Menjalar

Komandan Yonif 116/Garda Samudra, Letkol Inf Wira Ardhani, menegaskan kewaspadaan tidak boleh menurun meskipun sebagian besar titik api sebelumnya telah berhasil dikendalikan.

“Kita tidak boleh lengah. Titik api memang sudah banyak yang berhasil dikendalikan, namun potensi munculnya api susulan masih ada. Patroli dan pemantauan harus terus kita laksanakan, terutama di wilayah rawan,” tegas Wira Ardhani.

Baca Juga  Karhutla 37,5 Hektare, Patroli Terpadu Aceh Selatan Diperketat

Ia menambahkan, sinergi lintas instansi menjadi kunci efektivitas pencegahan karhutla, terutama dalam merespons cepat setiap indikasi kebakaran di lapangan.

Selain itu, seluruh personel diingatkan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama bertugas, mengingat kondisi cuaca panas dan medan yang cukup berat di sejumlah titik patroli.

Melalui apel siaga dan patroli terpadu ini, aparat berharap potensi karhutla di Aceh Barat dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun merusak lingkungan.