Berita Utama

TNI AD Uji Fisik Komandan, Tegaskan Kepemimpinan Teladan

Avatar
×

TNI AD Uji Fisik Komandan, Tegaskan Kepemimpinan Teladan

Sebarkan artikel ini
Uji Kemampuan Jasmani dan Dasar Militer bagi para perwira tinggi hingga komandan batalyon di Markas Kopassus, Cijantung, 2–4 Februari 2026. [Foto: Dispenad]

ByKlik.com | Jakarta — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menegaskan standar kepemimpinan di lingkungan militernya tidak berhenti pada kemampuan manajerial, tetapi juga menuntut keteladanan fisik dan penguasaan kemampuan dasar keprajuritan. Penegasan itu diwujudkan melalui Uji Kemampuan Jasmani dan Dasar Militer bagi para perwira tinggi hingga komandan batalyon di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Februari 2026, tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel berkelanjutan guna memastikan para pimpinan satuan tetap berada dalam kondisi prima dan siap memimpin prajurit di berbagai medan tugas.

Materi uji meliputi kesegaran jasmani A dan B, menembak, serta renang militer. Seluruh rangkaian dilaksanakan sesuai standar operasional dengan pengawasan ketat demi menjamin faktor keamanan peserta.

Baca Juga  Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, 13 Orang Meninggal Dunia

Pada tes kesegaran jasmani, para komandan diuji daya tahan fisik dan tingkat kebugaran tubuh. Uji menembak difokuskan pada ketepatan dan penguasaan senjata sebagai indikator kesiapsiagaan tempur. Sementara renang militer mengukur kemampuan bertahan dan bergerak di medan perairan, yang kerap menjadi bagian dari tantangan operasi militer.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa uji kemampuan tersebut merupakan kewajiban bagi para pimpinan satuan. Menurutnya, kepemimpinan di TNI AD harus dibangun melalui contoh nyata, bukan sekadar instruksi.

Baca Juga  Prof Mirza Tabrani Terpilih sebagai Rektor USK Periode 2026–2031

“Komandan yang hebat harus bisa menghebatkan prajuritnya. Bagaimana dengan komandan yang tidak hebat, apakah bisa menghebatkan prajuritnya?” tegas Maruli, Selasa, 3 Februari 2026.

Pesan itu menekankan bahwa kualitas prajurit berbanding lurus dengan kualitas pemimpinnya. Karena itu, TNI AD menempatkan kesiapan fisik dan kemampuan dasar militer sebagai tolok ukur penting dalam pembinaan kepemimpinan.

Melalui uji ini, TNI AD berharap setiap komandan satuan tetap profesional, tangguh, dan layak menjadi teladan, sehingga mampu memimpin prajurit menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.