Byklik.com | Banda Aceh – Tiga sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh ditetapkan sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Tiga sekolah tersebut masing-masing TKIT Syeikh Abdurrauf, SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh, dan SMPIT Nurul Ishlah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menjelaskan salah satu sekolah yang terpilih adalah TKIT Syeikh Abdurrauf yang dipimpin oleh Dina Fajriana. Sekolah tersebut ditetapkan sebagai model untuk penerapan pembelajaran mendalam serta pengenalan koding sejak pendidikan usia dini, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurut Sulaiman, untuk jenjang taman kanak-kanak, TKIT Syeikh Abdurrauf menjadi satu-satunya sekolah di Aceh yang terpilih sebagai sekolah model dalam program tersebut.
Penetapan sekolah model dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia berdasarkan sejumlah indikator, antara lain rapor pendidikan, nilai akreditasi, serta capaian literasi peserta didik.
Ia menjelaskan, kriteria kesiapan sekolah yang menjadi dasar penetapan sekolah model meliputi akreditasi minimal B, rapor pendidikan dengan indikator prioritas minimal kategori kuning atau sedang, komitmen kepala sekolah, dukungan dari dinas pendidikan, serta pengalaman mengikuti pelatihan terkait Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial.
Selain TKIT Syeikh Abdurrauf, dua sekolah lain yang ditetapkan sebagai sekolah model di Banda Aceh adalah SD Negeri 67 Percontohan dan SMPIT Nurul Ishlah.
Sulaiman berharap penetapan tiga sekolah tersebut dapat mendorong transformasi ekosistem pendidikan di Banda Aceh. Sekolah model ini juga diharapkan menjadi laboratorium inovasi pembelajaran yang menerapkan konsep Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk menjadi contoh bagi sekolah lain di daerah tersebut.
“Melalui program ini diharapkan lahir generasi masa depan yang adaptif, kreatif, dan kompeten,” ujarnya.***











