Berita Utama

Terobos Lumpur dan Sungai, Kapolres Aceh Barat Jangkau Warga Terisolir

Avatar
×

Terobos Lumpur dan Sungai, Kapolres Aceh Barat Jangkau Warga Terisolir

Sebarkan artikel ini
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, M.IK (kiri) memimpin pasukan membawa bantuan ke Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Selasa 13 Januari 2026. [Foto: RRI Meulaboh/ Anwar Yunus]

Byklik.com | Meulaboh  — Di tengah medan berat dan akses yang nyaris terputus, Kepolisian Resor Aceh Barat menunjukkan kehadiran nyata negara bagi warga terdampak bencana.

Selasa siang, 13 Januari 2026, Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan memimpin langsung misi kemanusiaan mengantarkan bantuan kepada warga Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang masih terisolir pascabanjir.

Perjalanan menuju Desa Sikundo bukanlah perjalanan biasa. Dari Meulaboh, rombongan menempuh jalur darat menggunakan kendaraan roda empat, lalu berganti sepeda motor trail. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menyusuri sungai dengan perahu kecil dan berjalan kaki sekitar satu setengah jam melewati medan berlumpur dan licin di tepian pegunungan.

“Bantuan yang kita salurkan hari ini berupa sandang dan pangan. Tidak hanya untuk warga Sikundo, tetapi juga untuk masyarakat Desa Jambak dan Ketambang,” ujar AKBP Yhogi saat beristirahat di tengah perjalanan.

Baca Juga  Aceh Barat Larang Panjat Pinang di HUT RI, Diganti dengan Kegiatan Edukatif

Medan berat memaksa personel kepolisian memanggul bantuan di pundak. Di beberapa titik, logistik bahkan harus ditandu menggunakan kain sarung untuk menyeberangi sungai dan jalan berlumpur. Namun semua rintangan itu tak menyurutkan langkah rombongan demi satu tujuan: memastikan warga pedalaman Aceh Barat tidak merasa ditinggalkan.

Sesampainya di Desa Sikundo, lelah perjalanan terbayar lunas. Anak-anak menyambut dengan senyum polos, sementara para orang tua berderet menyalami satu per satu anggota rombongan. Di sela jabat tangan, Kapolres mendengar langsung cerita warga tentang sulitnya akses, keterbatasan kebutuhan, dan perjuangan bertahan hidup setelah bencana.

Dengan ikut memanggul bantuan, AKBP Yhogi menegaskan bahwa kehadiran negara bukan sekadar simbol. Bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari Polda Aceh, termasuk dari Ibu Kapolda Aceh Ny. Ira Marzuki, berupa Alquran, pakaian anak-anak, serta kebutuhan pokok masyarakat.

Total bantuan yang disalurkan mencapai 720 kilogram, terdiri atas beras, minyak goreng, sarden, mi instan, biskuit, gula, selimut, sarung, pakaian laki-laki dan perempuan, hingga makanan cepat saji. Secara keseluruhan, sebanyak 890 kilogram logistik diharapkan dapat mencukupi kebutuhan warga selama sekitar 10 hari ke depan sambil menunggu akses kembali pulih.

Baca Juga  Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Selesai Direnovasi, Diresmikan Pangdam IM

Selain logistik, perhatian juga diberikan pada kondisi kesehatan warga. Personel Sie Dokkes Polres Aceh Barat turut menyerahkan obat-obatan kepada para penyintas. Dari 115 warga yang terisolir, sebagian besar—terutama anak-anak dan lansia—mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, pilek, demam, gangguan lambung, gatal-gatal, kesemutan, hingga tekanan darah tinggi.

Di tengah sunyi pedalaman, bantuan itu bukan hanya soal beras dan obat-obatan. Ia menjadi penguat harapan—bahwa di balik hutan, sungai, dan lumpur yang memisahkan, masih ada tangan-tangan yang berjalan kaki, memanggul beban, dan mengetuk pintu kemanusiaan di Desa Sikundo.