Humaniora

Terjebak Lumpur 10 Jam, Relawan IPAU Berhasil Salurkan 8 Ton Bantuan

Avatar
×

Terjebak Lumpur 10 Jam, Relawan IPAU Berhasil Salurkan 8 Ton Bantuan

Sebarkan artikel ini
IPAU Banda Aceh salurkan 8 ton bantuan logistik ke sembilan desa terdampak banjir di Aceh Utara.
IPAU Banda Aceh salurkan 8 ton bantuan logistik ke sembilan desa terdampak banjir di Aceh Utara. đź“·: For ByKlik.com/HO

ByKlik.com | Lhoksukon — Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) Banda Aceh berhasil menuntaskan misi kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara. Meski harus berjibaku dengan medan ekstrem hingga truk pengangkut bantuan terjebak lumpur selama 10 jam, tim berhasil mendistribusikan total 8 ton bantuan logistik pada Kamis (18/12/2025).

Fokus penyaluran bantuan kali ini diarahkan ke sembilan desa di tiga kecamatan terdampak parah, yakni Kecamatan Langkahan, Sawang, dan Baktiya. Gerakan yang diinisiasi melalui program “IPAU Peduli” ini berlangsung selama lima hari sejak 14 hingga 18 Desember 2025.

Ketua Umum IPAU, Rifki Ismail, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju lokasi bencana penuh tantangan. Tim yang terdiri dari 30 relawan bertolak dari Banda Aceh menggunakan jalur laut melalui Pelabuhan Ulee Lheue dengan kapal Aceh Hebat 2 dan Kapal Malahayati.

Tantangan terberat terjadi saat tim berusaha mencapai Gampong Rumoh Rayeuk di Kecamatan Langkahan. Truk pengangkut bantuan sempat terjebak di kubangan lumpur selama 10 jam akibat akses jalan yang rusak total.

Baca Juga  Banjir Terjang Jalur Kereta, KAI Batalkan Puluhan Perjalanan

“Kami menyaksikan langsung kondisi warga yang sangat memprihatinkan. Bahkan sebagian tim harus menempuh jalur sungai darurat untuk menjangkau desa-desa yang masih terisolasi,” ujar Rifki Ismail kepada ByKlik, Jumat (19/12).

Total bantuan sebanyak 8 ton tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, antara lain logistik berupa 1,5 ton beras, ratusan kotak mi instan, air minum kemasan, serta ratusan roti kering dan basah. Kemudian setengah ton pakaian dan sandal baru, serta 3,5 ton pakaian layak pakai. Selanjutnya paket kesehatan, pakaian dalam, selimut, pembalut wanita, hingga popok anak.

Bantuan tersebut telah disalurkan ke Kecamatan Langkahan, yaitu Gampong Rumoh Rayeuk, Geudumbak, Simpang Tiga, dan Pante Gaki Bale. Di Kecamatan Baktiya disalurkan ke Gampong Alue Serdang dan Matang Raya Timur. Sementara di Kecamatan Sawang bantuan di distribusikan ke Gampong Lhok Gajah, Krueng Baro, dan Lhok Bayu.

Baca Juga  Pemkab Aceh Utara Pastikan TPP Cair Sebelum Lebaran Iduladha

Melihat masifnya dampak kerusakan di lapangan, mulai dari rumah warga yang hancur hingga akses ekonomi yang terputus, IPAU mendorong Pemerintah Pusat untuk segera mengambil langkah strategis.

“IPAU mendorong agar pemerintah menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional. Banyak warga kehilangan harta benda dan anggota keluarga. Penanganan harus dilakukan secara lebih maksimal dan lintas sektoral,” tegas Rifki.

Di tengah duka, Rifki juga mengapresiasi semangat solidaritas warga setempat yang saling bantu meskipun mereka sendiri menjadi korban. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan mitra kerja, termasuk Pemerintah Aceh, instansi terkait, hingga komunitas seniman yang telah mendukung misi ini. []