Uncategorized

Tembus Batas Kepulauan, 55 Nakes Siaga Layani Warga Pulo Aceh

Avatar
×

Tembus Batas Kepulauan, 55 Nakes Siaga Layani Warga Pulo Aceh

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Pulo Aceh
Kepala Puskesmas Pulo Aceh bersama tenaga kesehatan usai peninjauan layanan kesehatan oleh Plt Kadinkes Aceh Besar di halaman puskesmas. đź“·: Dok. Puskesmas Pulo Aceh

ByKlik.com | Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat layanan kesehatan masyarakat kepulauan melalui penyiagaan 55 tenaga kesehatan (nakes) di Kecamatan Pulo Aceh. Puluhan personel medis tersebut bertugas memastikan warga mendapatkan akses kesehatan secara cepat dan merata setiap saat.

Kepala Puskesmas Pulo Aceh, Misriadi, merinci komposisi tim medis yang terdiri dari dokter umum, perawat, hingga bidan. Tim ini siap memberikan penanganan medis darurat maupun rutin bagi seluruh penduduk pulau.

“Total ada 55 tenaga kesehatan yang bertugas di sini. Terdiri dari tiga dokter umum, 13 perawat, 13 bidan, dan tenaga kesehatan lainnya,” ujar Misriadi, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga  Satu Jemaah Haji asal Aceh Selatan Tutup Usia di Mina

Selain jumlah yang mencukupi, mayoritas tenaga medis tersebut merupakan putra-putri asli daerah Pulo Aceh. Kehadiran nakes lokal ini mempercepat respons layanan karena mereka berdomisili langsung di lokasi tugas.

“Banyak dari mereka merupakan anak-anak Pulo Aceh yang bekerja melalui skema PPPK maupun tenaga paruh waktu. Karena mereka tinggal di pulau ini, pelayanan kesehatan bisa diberikan dengan lebih cepat kepada masyarakat,” jelasnya.

Puskesmas Pulo Aceh kini menyediakan fasilitas dasar seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan rawat inap. Namun, pihak manajemen masih menghadapi kendala terkait kondisi fisik bangunan puskesmas serta mess nakes.

Baca Juga  Wacana Kuota Internet Rollover Ditolak Pemerintah, Ini Alasannya

Harapan Insentif Khusus

Misriadi mengharapkan perhatian pemerintah untuk memperbaiki fasilitas gedung dan meningkatkan kesejahteraan para petugas medis di sana. Ia mengusulkan kebijakan tunjangan khusus bagi nakes kepulauan seperti halnya tenaga pendidik di daerah terpencil.

“Kami berharap ke depan ada perhatian terhadap fasilitas puskesmas serta dukungan insentif bagi tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah kepulauan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” pungkasnya. []