Berita Utama

Teddy Tegaskan 53 Helikopter Aktif Tangani Bencana Sumatra

Avatar
×

Teddy Tegaskan 53 Helikopter Aktif Tangani Bencana Sumatra

Sebarkan artikel ini
Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers pemulihan dan rencana strategis bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). [Foto: Youtube/Sekretariat Presiden]

Byklik.com | Jakarta — Pemerintah mengerahkan 53 unit helikopter gabungan sejak awal masa darurat bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mempercepat distribusi logistik dan mobilisasi personel ke wilayah-wilayah yang terisolasi akibat putusnya akses darat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan, puluhan helikopter tersebut berasal dari unsur TNI-Polri, Basarnas, BNPB, BUMN, hingga pihak swasta, dan seluruhnya beroperasi aktif sejak hari-hari awal bencana.

“Jadi ada 53 helikopter gabungan TNI-Polri, Basarnas, BNPB, kemudian ada swasta, Pertamina, dan lainnya. Ini semuanya sudah bekerja sejak awal bencana di tiga provinsi,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Baca Juga  Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar ke Aceh

Teddy menjelaskan, armada udara menjadi tulang punggung penanganan bencana karena banyak wilayah terdampak yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat akibat kerusakan infrastruktur. Helikopter digunakan untuk mengirim bantuan logistik sekaligus memindahkan personel ke desa-desa dan posko penanganan.

“Mereka menerbangkan logistik ke daerah yang tidak terjangkau oleh darat, yang jalannya putus, jalannya belum tersambung, ke desa-desa hingga ke posko-posko peninjauan,” jelasnya.

Baca Juga  Pemprov Aceh dan Aceh Timur Satukan Langkah Tangani Banjir

Selain armada dari instansi negara dan swasta, Teddy mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto turut memberikan dukungan langsung dengan mengerahkan helikopter pribadinya untuk operasional penanganan bencana di Aceh.

“Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya. Silakan digunakan ke mana pun berkeliling Aceh. Itu sudah sejak minggu pertama,” pungkas Teddy.